Home Karimun Video Keributan Pasar Puan Maimun Viral, Direktur Perumda Karimun Buka Suara

Video Keributan Pasar Puan Maimun Viral, Direktur Perumda Karimun Buka Suara

Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bumi Berazam Jaya, Muhammad Mahsum
Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bumi Berazam Jaya, Muhammad Mahsum, memberikan klarifikasi sekaligus menjelaskan kronologi video yang memperlihatkan keributan antara seorang pedagang dengan petugas Pasar Puan Maimun viral di media sosial Facebook.(Foto: Junizar)
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Sebuah video yang memperlihatkan keributan antara seorang pedagang dengan petugas Pasar Puan Maimun viral di media sosial Facebook dan memicu beragam tanggapan dari masyarakat.

Dalam video yang beredar, tampak terjadi adu mulut hingga nyaris berujung perkelahian antara pedagang dan petugas pasar. Peristiwa tersebut kemudian menjadi perbincangan publik karena tidak disertai penjelasan mengenai penyebab kejadian.

Menanggapi viralnya video tersebut, Direktur Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Bumi Berazam Jaya, Muhammad Mahsum, memberikan klarifikasi sekaligus menjelaskan kronologi peristiwa.

Menurut Mahsum, insiden itu terjadi pada Kamis, 30 Juli 2026, saat petugas melakukan penertiban di area bekas lift yang berada di lantai dasar Pasar Puan Maimun.

“Petugas saat itu sedang menertibkan area lift di lantai dasar yang dialihfungsikan menjadi gudang penyimpanan oleh oknum pedagang,” ujar Mahsum, Jumat (31/7/2026).

Ia menjelaskan, langkah penertiban dilakukan bukan tanpa alasan. Area lift tersebut sudah tidak lagi berfungsi selama kurang lebih 12 tahun dan kini berada dalam kondisi rusak berat sehingga dinilai membahayakan keselamatan.

“Lift itu sudah tidak beroperasi sekitar 12 tahun. Kondisinya rusak parah dan kami khawatir plat besinya dapat jatuh ke bawah sehingga membahayakan pedagang maupun pengunjung. Karena itu area tersebut harus dikosongkan,” jelasnya.

Mahsum mengungkapkan, pihak Perumda sebelumnya telah menutup akses menuju ruang lift menggunakan seng dan kayu. Namun, penutup tersebut diduga dibongkar oleh oknum pedagang untuk dijadikan tempat penyimpanan barang dagangan.

“Kami sudah beberapa kali mengingatkan agar ruangan itu tidak digunakan dan meminta barang-barang dipindahkan. Karena imbauan tidak diindahkan, akhirnya petugas melakukan penertiban,” katanya.

Meski sempat terjadi ketegangan, situasi berhasil dikendalikan setelah pihak pengelola pasar bersama aparat kepolisian melakukan mediasi antara kedua belah pihak.

“Hasil mediasi, kedua pihak sepakat menyelesaikan persoalan secara damai. Pedagang yang terlibat juga telah menandatangani surat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya,” ungkap Mahsum.

Ia berharap agar klarifikasi dapat meluruskan informasi yang berkembang di masyarakat, agar tidak terjadi kesalahpahaman akibat beredarnya potongan video tanpa penjelasan utuh.

Pihak Perumda juga mengimbau masyarakat untuk tidak langsung menyimpulkan suatu peristiwa hanya berdasarkan potongan video yang beredar, melainkan menunggu informasi lengkap dari pihaknya.

“Kami merasa perlu memberikan penjelasan agar tidak terjadi miskomunikasi di tengah masyarakat. Fokus kami tetap memberikan pelayanan terbaik sekaligus membenahi fasilitas pasar agar lebih aman, tertib, dan nyaman bagi seluruh pedagang maupun pengunjung,” tutupnya.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

WhasApp

Google News WartaKepri