Home Nasional Cuit Menteri Susi: Apresiasi Bea Cukai yang Telah Menahan Masuknya Sampah Impor

Cuit Menteri Susi: Apresiasi Bea Cukai yang Telah Menahan Masuknya Sampah Impor

Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.CO.ID, JAKARTA – Menteri Kelautan dan Perikanan Susi Pudjiastuti memuji langkah Direktorat Jenderal Bea Cukai Kementerian Keuangan yang menahan selundupan sampah plastik impor ke Tanah Air. Hal itu dilihat dari cuitan di akun Twitternya pada Jumat, 14 Juni 2019.

“Apresiasi Bea cukai yang telah menahan masuknya sampah impor,” cuit Susi melalui akun resminya, @susipudjiastuti,

Dilansir melalui Bisnis.tempo.co, menteri Susi meminta agar sampah-sampah itu segera diekspor balik kepada negara asalnya. “Kembalikan ke negara pengirim,” ujarnya.

Hal itu dikarenakan Indonesia sudah cukup banyak memproduksi sampah dan belum tertangani dengan baik. Susi Pudjiastuti lantas melampirkan sebuah berita video dari salah satu media di Indonesia mengenai penyelundupan sampah plastik ke Indonesia.

Dalam berita itu, Kantor Bea Cukai Tanjung Perak Surabaya mengamankan empat kontainer asal Kanada berisi sampah plastik. Sampah plastik itu tercampur dengan impor bahan baku kertas bekas.

Menurut pejabat senior kementerian lingkungan Sayid Muhadhar, wadah tersebut seharusnya hanya berisi potongan kertas, menurut dokumen bea cukai. Namun sebaliknya, kontainer itu memuat sampah lain, termasuk botol, sampah plastik, dan popok.

Ini tidak tepat dan kami tidak ingin menjadi tempat pembuangan,” kata Muhadhar kepada AFP, Sabtu, 15 Juni 2019.

Lima kontainer milik perusahaan Kanada itu dikirim dari Seattle di Amerika Serikat ke kota terbesar kedua di Indonesia, Surabaya, pada akhir Maret. Tidak jelas dari mana sampah itu berasal.

Indonesia saat ini sedang memeriksa beberapa peti kemas lainnya di pelabuhan Jakarta dan kota Batam. Indonesia sendiri ialah negara terbaru yang mengembalikan sampah impor setelah negara tetangga Malaysia bersumpah untuk mengirim kembali ratusan ton sampah plastik bulan lalu.

Filipina telah memerintahkan berton-ton sampah yang dibuang di negara itu untuk dikirim kembali ke Kanada, dan memicu pertikaian diplomatik antara kedua negara.(tempo.co)

WhasApp

Google News WartaKepri