Kenapa Bus Pekerja Bantuan Pemprov Kepri Tidak Aktif Lagi ‎





Hampir tiga minggu enam bus karyawan bantuan Pemprov Kepri ter tidur di lahan kosong depan gedung asrama haji Batam Center. Namun setelah adanya pemberitaan dari media online, bus tersebut dipindahkan.

Ke mana Enam bus karyawan bantuan Pemprov Kepri tersebut di pindahkan..?‎

Setelah ditelusuri, bahwa ke enam bus sudah kembali ke Ruko Plamo Garden Batam Center, tepatnya di lokasi taxi Silver Cab yang notabene pemenang lelang terdahulu atas nama CV Manunggal Mandiri.

Sementara informasi yang diperoleh bahwa CV Manunggal Mandiri telah memutuskan kontrak dengan Pemprov Kepri pada bulan Maret 2016 lalu. Sehingga Enam bus karyawan bantuan Pemprov Kepri tersebut diletakkan di lahan kosong Batam Center.

Dalam sejarahnya, Lima tahun sudah, pemerintah Kota Batam Kepulauan Riau menerima 35 unit bus pekerja bantuan dari Pemerintah Provinsi Kepri dari perbankan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan untuk digunakan  transportasi pekerja di kota industri.
Dari 40 bus yang ada, 35 unit untuk Batam, lima unit untuk Bintan dan Karimun.

Sebanyak 40 bus bantuan itu, 20 unit di antaranya bantuan dari Pemprov Kepri yang semuanya untuk Batam.  Dan 20 unit lainnya dari perbankan dan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, di mana 15 unit untuk Batam, tiga unit untuk Bintan dan dua unit untuk Karimun.

Untuk 35 unit Bus tersebut dilakukan sistem lelang sebagai  pengelola dengan syarat harus memiliki badan usaha yang lengkap khusus transportasi, memiliki area parkir yang luas dan punya tempat perawatan dan perbaikan (Bengkel).

Maka terpilih dua perusahaan yaitu PT Trans Sarana Batam berlokasi di Batuampar dan CV Manunggal Mandiri di komplek Ruko Plamo Garden Batam Center.

Peruntukan bantuan Bus pekerja ini untuk menambah kesejahteraan dan meringgankan beban para buruh di Kawasan Perdagangan Bebas Batam, Bintan dan Karimun. Kata Gubernur Kepri ,M Sani saat itu.

Senada dengan Gubernur, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Kepulauan Riau Tagor Napitupulu juga berharap dengan adanya bantuan bus pekerja itu maka nilai kebutuhan hidup layak di kota itu bisa berkurang dan menambah kesejahteraan.

“Karena transportasi termasuk komponen yang tertinggi dalam KHL,” kata Tagor saat dijumpai di Hotel Nagoya Plaza berapa tahun lalu.

Namun  kenyataan pahit dirasakan buruh dan jauh dari harapan, katanya di peruntunkan pada buruh tanpa terkecuali. Faktanya bus tersebut dialih fungsikan buat pengelolah untuk mengangkut karyawannya atas kerjasamanya dengan pihak PT atau perusahaan yang ada di Muka Kuning Batam.

Bus yang diberikan oleh perbankan dan BPJS itu berkapasitas maksimal 27 tempat duduk. Sementara itu, 20 unit bus bantuan Pemprov Kepri merupakan aset provinsi pengadaan APBD 2009 yang dialihkan ke Pemkot Batam.

Bus pekerja bantuan Pemprov Kepri, BPJS Ketenaga kerjaan, BUMN, selama dikelola oleh pemenang lelang bus tersebut disewakan lagi ke pihak ketiga sebesar Rp.20 juta per bulan. Hal  ini sudah berlangsung sekitar 4 tahunan atau sejak bus tersebut diserahkan pada tahun 2010 lalu.

Ketua Nasional Coruption Watch (NCW) Kepri Mulkansyah, saat ini bus pekerja untuk Kota Batam berjumlah 35 unit. Jika ke-35 bus tersebut disewakan dengan harga sewa Rp20 juta per bulan. Maka keuntungan yang diperoleh dari sewa tersebut Rp700 juta, kemudian dikali setahun maka jumlahnya Rp8,4 miliar.

Kini bus pekerja tersebut mangkrak di lahan kosong depan asrama haji Batam. Ada 6 bus pekerja warna biru tua  sudah dua minggu ter parkir di sana. Hal.ini menurut informasi setelah CV Manunggal Mandiri memutuskan kontraknya dengan Pemrov Kepri. (*)‎

Nikson Simanjuntak.                                                           Praktisi Media Online di Kota Batam .



PKP DREAMLAND

FANINDO

DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA