WARTAKEPRI.co.id – Sebanyak 480 guru honorer di bawah naungan Kementerian Agama (Kemenag) di Kabupaten Karimun mengeluh. Pengabdian mendidik anak bangsa selama 10 sampai 15 tahun merasa tidak dihargai.
Beberapa perwakilan guru honorer dari beberapa sekolah mengeluhkan mengenai nasib mereka. mereka mengaku tak ada kejelasan dari pemerintah daerah terkait sertifikasi profesi mereka.
Menanggapi keluhan tersebut, Bupati Karimun Aunur Rafiq usai acara sosialisasipengawas UN SMP sederajat mengakui ada sekitar 480 orang tenaga honorer dari guru yang ada di bawah naungan Kemenag yang belum sepenuhnya mendapatkan perhatianpemerintah.
Ke depan, kata Rafiq, semua tenaga honorer guru akan diusahakankannya diadakan sertifikasi. “Ke depan semua tenaga honorer guru akan kami usahakan diperhatikan dan disertifikasi,” tambah Rafiq. (lendoot)






























