Mau Tahu Harga Sembako H+6 Lebaran di Batam, Klik Info Ini – WartaKepri
24 views

Mau Tahu Harga Sembako H+6 Lebaran di Batam, Klik Info Ini

sembako di batuaji

PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Memasuki hari ke-6 pasca lebaran Idul Fitri 1437 Hijriyah, harga daging segar dan ayam potong disejumlah pasar tradisional Kota Batam masih tinggi dan belum mengalami penurunan jika dibandingkan dengan hari biasanya. Masih tingginya harga komoditas 2 bahan pokok tersebut, telah dirasakan masyarakat sebelum dan sesudah lebaran.

Pantauan wartakepri.co.id di pasar tradisional SP Plaza Batuaji Kota Batam, Selasa (12/7/2016) siang, harga daging segar dan ayam potong masih stagnan belum ada penurunan. Selain itu, harga cabe merah dan rawit juga masih tinggi semenjak mengalami kenaikan drastis sebelum Hari Raya. Namun demikian, harga telur dipasaran masih terbilang normal hingga saat ini.

” Harga ayam potong sampai sekarang masih Rp 36 ribu perkilonya, kalau dibanding hari biasa harganya cuma Rp 30 ribu perkilo. Sedangkan untuk harga ayam kampung pada hari biasa Rp 70 ribu perkilo, ketika lebaran jadi naik mencapai Rp 80 ribu sekilonya,” ujar Alex seorang pedagang ayam di kios Blok E 13 Pasar SP Batuaji.

Sementara, masih kata Alex, sekarang harga daging segar juga masih tinggi berada dikisaran harga Rp 130 sampai Rp 150 ribu perkilonya. Untuk daging es, diakuinya masih bertahan pada harga Rp 88 ribu perkilo. Menurutnya, masih tingginya harga kebutuhan pokok dikarenakan pasokannya yang masih minim, sedangkan permintaan pada saat menjelang dan setelah lebaran semakin meningkat.

“Mungkin pemasoknya sekarang masih libur lebaran, sehingga pasokan sedikit. Akibatnya, harga komoditi tetap tinggi hingga sekarang,” tambahnya.

Lebih jauh dijelaskan Alex, untuk kenaikan harga ayam memang sangat bergantung kepada pasokan distributor yang berdasarkan persediaan. Sedangkan untuk harga daging, dikarenakan masuknya melalui pasokan dari Negara Australia, maka harganya bergantung pada mata uang Dolar sehingga sulit untuk dikendalikan.

Disamping itu, Feby seorang pedagang cabe juga turut menambahkan bahwa harga cabe rawit dan cabe merah juga meningkat drastis daripada sebelum Idul Fitri. Dimana harga semula adalah Rp 30 ribu, naik menjadi Rp 52 ribu perkilonya.
Sedangkan untuk harga cabe hijau, juga meningkat dari harga Rp 20 ribu menjadi Rp 28 ribu perkilonya. Terjadinya keanaikan harga cabe tersebut, disebabkan minimnya pasokan yang tidak mampu melayani banyaknya permintaan warga.

“Melonjaknya harga cabe, sudah terjadi sejak H-2 lebaran kemaren. Biasanya setelah lebaran harga bahan pokok udah turun, tapi sampai sekarang masih ada yang naik,” ketusnya.

Menanggapi permasalahan tersebut, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kota Batam, Rudi Syakiakirti menuturkan bahwa terjadinya stagnansi terhadap beberapa harga komoditas bahan pokok disejumlah pasar di Kota Batam, dikarenakan masih banyaknya karyawan perusahaan terkait yang hingga saat ini belum focus bekerja setelah menikmati masa libur lebaran.

Namun demikian, kata Rudi, pihaknya akan berupaya sekuat tenaga untuk segera mengambil tindakan agar harga kembali stabil. Apabila semua karyawan sudah aktif dan focus bekerja, bisa dipastikan kenaikan haraga bahan pokok sudah stabil lagi di batam.

“Untuk stock daging masih aman dan banyak. Masyarakat tidak perlu khawatir, karena dalam waktu 1 minggu kedepan semua harga yang semula mengalami kenaikan akan kembali normal,” terangnya.(ichsan)

Komentar Anda



FANINDO
DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
DPRD BATAM
PEMKO BATAM
DPRD ANAMBAS
PEMKAB ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
DPRD KARIMUN
PEMKAB KARIMUN
DPRD LINGGA
PEMKAB LINGGA