Home Natuna Oktober 2016, Pulau Subi Natuna akan Beroperasi PLN Berdaya 400 Kwh

Oktober 2016, Pulau Subi Natuna akan Beroperasi PLN Berdaya 400 Kwh

PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id, NATUNA – Upaya pemerintah pusat untuk mengentasi persoalan listrik daerah perbatasan dan Pulau terluar Indonesia, sepertinya berbuah manis. Melalui Perusahaan Listrik Negara (PLN) diinformasikan kalau Camat Subi dijadwalkan bulan Oktober 2016 kalau listrik PLN sudah dapat dinikmati warga kecamatan Pulau Subi.

Hadirnya PLN di pulau terdepan Subi dengan kapasitas 400 kwh akan berdampak pada gliat ekonomi daerah semakin tumbuh.

” Kami mengucapkan ribuan terimakasih kepada bapak Presiden Joko Widodo yang sangat serius memperhatikan kami di pulau terdepan ini Natuna terlebih wilayah kecamatan Subi,” tutur Romi R. Novik, S.stp Camat Subi, Selasa (9/8/2016)

Romy Mewakili Masyarakat Kecamatan Pulau Subi juga menaruh harapan agar dapat dihadirkan Bank atau perbankan karena selama ini masyarakat dalam kegiatan ekonomi dan keuangan seperti pengiriman biaya pendidikan, pembayaran gaji PNS serta pengambilan dana desa dilakukan secara manual dengan membawa uang cash ke Subi dari pusat ibukota kabupaten Natuna.

Sehingga lanjut Romy, sangat berisiko hilang di jalan atau terkadang hanya mengandalkan transfer titipan kepada individu masyarakat, hadirnya perbankan baik berupa kedai Bank maupun unit bank sangat didambakan masyarakat khususnya para kades, pelaku usaha, PNS serta masyarakat kecamatan Subi.

Hal Senada disampaikan warga Desa Kerdau kecamatan Subi. Mereka mengaku sangat mendambakan beroperasinya teknologi perbankan dan Kantor Pos untuk memudahkan transaksi disana.

” Jika Bank dan Kantor Pos sudah beroperasi saya yakin masyarakat di kecamatan Subi akan sangat terbantu dan pihak Bank dijamin tidak akan mengalamin kerugian atau takut tidak diminati nantinya,” kata seorang tokoh muda masyarakat Kecamatan Subi, Dony Andeska (35), hubungi wartakepri.co.id.

Menurut dia, teknologi perbankan dan jasa layanan Kantor Pos didambakan kebanyakan warga di sana mengingat tingkat perekonomian dan perputaran mata uang masyarakat di kecamatan itu yang relatif tinggi dari hasil Pertanian dan Laut.

” Itulah yang kami harapkan selama ini supaya bank membuka cabangnya di di Subi pulau terluar sekaligus Terdepan yang berada di perbatasan dengan negara asing seperti Malaysia dan Vietnam,” tutup Dony.

Kecamatan Subi merupakan salah satu kecamatan yang ada di kabupaten Natuna dan merupakan Kecamatan pemekaran dari Kecamatan Serasan.

Secara yuridis, Kecamatan Subi dibentuk berdasarkan Peraturan Daerah kabupaten Natuna Nomor 13 Tahun 2002 tentang Pembentukan Kecamatan Subi.

Pada awal terbentuknya, wilayah kecamatan Subi meliputi 4 desa yaitu desa Subi, Meliah, Subi Besar, dan Pulau Panjang. Seiring dengan perkembangan yang dialami kecamatan Subi, desa-desa yang berada di kecamatan Subi dimekarkan.

Sampai dengan akhir tahun 2012, terdapat 8 desa yang menjadi wilayah kecamatan Subi yaitu desa Subi, Terayak, Meliah, Meliah Selatan, Subi Besar, Subi Besar Timur, Pulau Panjang, dan Kerdau.

Di Pulau Subi terdapat peninggalan dari penjajah Jepang sebuah bandar udara yang sudah tidak terpakai. Panjang landasan pacu kurang lebih 1 kilometer. Di Subi juga terdapat prasasti yang disebut masyarakat sekitar dengan Bukit Lampu. Prasasti ini sebagai tanda salah satu pulau terluar dari wilayah Republik Indonesia.(rikyrinov)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp