Usai Berzina, Korban Yuyum Sebut Terdakwa Sugiarto Tidak Normal 

286
WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Saksi Ahmadi dan Gunawan menerangkan bahwa korban Yuyum dalam keadaan berlumuran darah dengan posisi tertelungkup. Melihat lehernya terluka saat digotong dibawa ke rumah sakit dan dimasukkan dalam mobil ambulance milik saksi Ahmadi.

Korban sudah dalam keadaan melingkar, kaki dan kepala hampir menyatu saat diangkat dengan kasur yang penuh darah. Maman adik korban juga terluka kepala dan tangannya, semua korban saya antar ke rumah sakit Elisabet Nagoya.

” Saat buat laporan ke kantor Polisi, Agustin istri Maman berpesan bahwa pelaku pembunuhan itu adalah kerjanya di Nagoya Hill,” kata saksi Ahmadi, Selasa (13/9/2016) di PN Batam.

Saksi Gunawan mengaku mendengar tariakan ada maling..maling. Saat itu pas subuh sekitar pukul 4.30 wib mau ke kamar mandi mendengar teriakan. Kemudian mengetahui pelaku pembunuhan dari Maman adik korban Yuyum.

Korban Yuyum, Maman dan istrinya baru sebulan lebih mengontrak rumah saya. Selama itu, tidak ada saya lihat tingkah laku mereka yang aneh tinggal di rumah. Kata saksi Gunawan.

Terdakwa Sugiarto alias Tesi membantah bukan pelaku pembunuhan, dan tidak ada berkelahi dengan saksi Maman.
Sementara saksi Maman menyatakan bahwa dialah pelaku karena sempat berkelahi dengan ya. ‎

Terdakwa didampingi penasehat hukumnya, Aprinaldi SH. Terdakwa Sugianto alias Tesi, melakukan pembunuhan pada Yuyum pada bulan Maret 2016 di Baloi Danau Batam.
BACA JUGA Tips Memilih Pinjaman Online Langsung Cair yang Aman

Dalam surat dakwaan JPU Yogi SH, menyatakan; terdakwa nekat membunuh korban karena tersinggung disebut tidak normal, saat terdakwa menemui korban di Baloi Danau blok C nomor 6 RT03/RW04, Kelurahan Baloi Indah, Kecamatan Lubuk Baja.

Terdakwa menjumpai korban dengan mengendarai sepeda motor Yahama Mio BP 5612 IM dan motor diparkir di depan rumah saksi Maman Surahman dan Agustin.
Setelah kedua saksi masuk ke kamar, terdakwa dengan korban duduk di ruang tamu. Tidak berapa lama, korban mengajak terdakwa untuk berhubungan intim dan terdakwa sempat menolak.

“Terdakwa menolak dan korban mengatakan kamu tidak normal, namun hubungan intim tetap mereka lakukan” ujar Jaksa Yogi dalam membacakan surat dakwaan.

Setelah itu, pada pukul 02.30 wib, terdakwa pergi ke kos saksi Ahmad Kariani di Perumahan Otorita, Sei Ladi, untuk menjemput saksi Muhammad Reko untuk pulang ke kostnya di komplek Raflesia.

Tidak berapa lama, saksi Muhammad Reko tertidur dan terdakwa kembali ke tempat korban. Kemudian terjadi keributan ketersinggungannya soal korban. Lalu terdakwa menusuk leher korban dengan sebilah pisau.

Atas perbuatannya, terdakwa dijerat pidana primair pasal 340 KUHP, subsider pasal 338 KUHP, lebih subsider pasal 351 ayat (3) KUHP, dan kedua primer pasal 351 ayat (2) KUHP, subsider pasal 351 ayat (1) KUHP.( nikson simanjuntak )‎
DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA