Warga Bintan Resah Aktivitas Truk Besar Bisa Ancam Jiwa Pelajar‎

521

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Melihat aktivitas truk yang lalu lalang melintas di jalan raya pada jam berangkat sekolah dan jam kerja warga Bintan menginginkan lalu lintas truk angkut diatur, dan tidak beroperasi pada jam aktivitas anak berangkat ke sekolah maupun jam masuk kerja serta jam pulang.

Adapun yang di maksudkan adalah pada jam masuk sekolah seperti hal nya jalan arah Kawal. Terdapat sekolah SDN 004 Toapaya di km 16, SMAN 2 Bintan yang ada di Km 23. Serta di wilayah jalan arah Kijang, juga terdapat beberapa sekolah lainnya.

Seorang ibu rumah tangga, warga Kampung Simpangan yakni ibu Ratih mengatakan aktivitas hari-harinya mengantarkan anaknya yang bersekolah pada jam sekolah di SDN 004 Toapaya Km 16 arah Kawal.

Ratih pun menjelaskan, beberapa kali ia nyaris ditabrak truk angkut pasir yang melaju didepan sekolah anaknya. Tidak hanya itu, beberapa truk angkut besar bermuatan 6 ton juga berkeliaran pada jam tersebut.

” Pemkab Bintan harus memperhatikan hal tersebut. Karena membahayakan keselamatan anak sekolah, akibat truk-truk yang mulai beroperasi sejak pagi. Sudah banyak kasus anak sekolah kecelakaan, karena terlindas kendaraan truk. Saya harap jam operasional truk, harus diatur,” ujar Ibu Ratih, Rabu (19/10/2016)

Lanjutnya, petugas Dishub Pemkab Bintan tidak setiap hari berjaga-jaga, di depan sekolah untuk mengawasi zona selamat sekolah. Selain itu, jikapun ada petugas Dishub hanya sibuk bermain Hp. Ia berharap, Bupati Bintan mau memperhatikan hal ini.

“Mungkin pada saat jam anak masuk sekolah, dan jam pulang kantor truk tidak beroperasi. Ini demi keselamatan, dan supir truk selalu memacu dengan kecepatan tinggi saat melintas,” jelasnya.

Kapolres Bintan AKBP Febrianto Guntur Sunoto SIK saat dikonfirmasi mengatakan menampung masukan warga. Namun pihaknya akan menindaklanjuti, dengan pihak terkait seperti halnya Dishub Bintan.

“Kita tidak bisa menindak ini sendiri, karena masalah ini juga ranah pemerintah daerah (Pemda). Maka kita akan bahas ini dengan Dishub Bintan, agar truk-truk ini diatur jam operasinya. Jika tidak tertangani oleh Pemda Bintan, maka pihaknya siap mengambil alih,” jelasnya.

Untuk sementara Guntur mengatakan bahwa sangat apresiasi dan tampung keluhan warga terkait keselamatan pengendara. Pihaknya siap memecahkan, mencarikan solusi untuk aktivitas truk yang dinilai berbahaya bagi keselamatan warga.(sapardi)

Honda Capella