Wartakepri.co.id, BATAM – Inilah cerita kronologis pbunuhan terhadap Amri pada 24 Oktober 2016 berdasarkan penjelasan Kapolda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian,Selasa (22/11/2016) di Polsek BatuAmpar.
Malam sebelum Amri mengakhiri hidipnya dengan mengenaskan, korban dan pelaku sempat bersiteru akibat masalah uang.
Malam itu korban sedang menonton televisi di lapo tuak dekat simpang lampu merah pelabuhan. Saat itu korban menonton dengan tiga saksi lain, Pirlis, Sumarno alias Ahwat dan Ridwan alias Iwan. Saat asik menonton, datanglah si pelaku Alfred.
Alfred datang dan meminta uang kepada Ridwan untuk membeli minyak. Ridwan pun langsung memberikan uang sebesar Rp 10 ribu kepadanya, dan meminta segera pergi dari warung tersebut.
Bukannya langsung pergi, Alfred malah berdiri dibelakang Ridwan dan ikut menonton TV.
Dilihatnya uang milik korban di meja yang ditaruh di bawah bungkus rokok dan diambilnya. Amri sontak menegur pelaku mengapa mengambil duit orang tanpa permisi.
Pelaku yang ditegur korban atas sikapnya tersebut justru balik memarahi korban. Pelaku bahkan mengeluarkan kata-kata kasar dan kotor.
Saat itu langsung dilerai sama Ridwan. Tapi tak lama kemudian korban yang masih kesal berdiri dan mengejar pelaku keluar warung.
Keduanya pun terlibat pertengkaran dan diketahui oleh Pirlis saksi saat kejadian. Waktu Pirlis keluar dari warung, ia melihat Amri berjalan menghampirinya dengan tubuh berdarah. Korban lalu rebah ke tanah.Sementara pelaku sudah kabur.
Amri pun langsung dilarikan ke Rumah Sakit. Namun nyawanya tidak bisa tertolong. (Alvin )






























