Kapolda Kepri: Pelabuhan Itu Milik Karto Tapi Tanyakan KPLP

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Status dan kepemilikan Pelabuhan 99 Pantai Stres Jodoh yang menjadi lokasi meledak dan terbakarnya Kapal MT Nona Tang II, masih terus menjadi diskusi hangat sejumlah pihak.

Manakala pelabuhan tersebut ilegal dan tidak memiliki izin untuk dilakukannya aktifitas perbaikan kapal atau docking dan kegiatan lainnya.

Hal tersebut mengundang respon Kepala Kepolisian Polda Kepri Brigjen Pol Sam Budigusdian.

Senin (28/11/2016) di Mapolda Kepri, Sam Budigusdian mengatakan, pelabuhan ilegal lokasi meledaknya MT Nona Tang II tersebut merupakan milik Karto pengusaha Batam.

“Ya pelabuhan itu punya Karto,”kata Sam Budigusdian.

Namun terkait aktifitas perbaikan kapal MT Nona Tang II hingga meledak dan terbakar, Kapolda mengatakan seharusnya hal itu ditanyakan pada KPLP bukan kepada dirinya.

“Ilegal atau tidak itu tanyakan KPLP, kenapa kapal itu disuru sandar di sana. Itu pelabuhan pribadinya dan ga mungkin dia usir kalau mereka nyandar di situ dan aktifitas di situ. Nah itu, harus tanyakan KPLP,”ujar Sam Budigusdian.

Seperti diberitakan sebelumnya, setelah menjual minyak hasil curian dari Kapal MT Tobangan ke kapal lain di OPL, MT Nona Tang II kemudian berlabuh di perairan Sekupang.

Setelah mendapat izin olah gerak dari KPLP, MT Nona Tang II menyandarkan kapalnya ke Pelabuhan 99 Pantai Stres Jodoh. Di sana dilakukan perbaikan kapal. (Alvin Lamaberaf)

FANINDO

Honda Capella