Pemkab akan Bangun Perpustakaan Terpadu di Bintan

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Sebanyak 60 peserta dari seluruh pengelola perpustakaan sekolah menengah pertama (SMP) yang ada di kabupaten bintan mengikuti bimbingan teknis pembinaan Pengelolaan perpustakaan. Harapannya agar pihak sekolah mampu meningkatkan minat baca siswa.
Acara bimtek dilaksanakan satu hari di Aula Hotel Hermes Agro Km. 26 Kecamatan Toapaya menghadirkan Nara sumber langsung dari Perpustakaan Nasional Pusat Suhariyanto, S. Sos, M. Hum, Kamis (20/4/2017) pagi

Kepala dinas Perpustakaan & Arsip Kabupaten Bintan Edi Pribadi, MM mengungkapkan bahwa tujuan pelaksanaan pelatihan ini sendiri adalah untuk memperluas wawasan dan pengetahuan serta keterampilan petugas pengelola perpustakaan sekolah di Kabupaten Bintan.
Seperti dalam hal mengelola atau memproses bahan pustaka, sehingga pengelolaan perpustakaan sesuai dengan sistem tertentu dan sesuai peraturan-peraturan yang di tetapkan.

Jumlah perpustakaan yang ada di kabupaten berjumlah 163 diantaranya perpustakaan SD sebanyak 77, SLTP 26, SLTA 9 serta Desa & Kelurahan berjumlah 51 perpustakaan.
Dengan jumlah perpustakaan yang ada di kabupaten Bintan ini, jika para pengelolanya memiliki SDM yang benar-benar memenuhi kriteria, maka diharapkan ke depan minat membaca masyarakat dapat meningkat sesuai dengan yang pemerintah harapkan.‎

“Perlu komitmen kepala sekolah dan dinas pendidikan untuk dapat mengembangkan perpustakaan di setiap sekolah-sekolah. Kalau bisa disetiap perpustakaan memiliki Pustakawan yang dapat mengelola perpustakaan secara profesional”

Wakil Bupati Bintan Drs. Dalmasri Syam, MM dalam arahannya saat membuka acara bimtek berharap agar kegiatan pelatihan yang dilaksanakan oleh dinas perpustakaan & arsip Bintan ini dapat dijadikan sebagai pemicu bagi para pengelola perpustakaan di setiap sekolah – sekolah untuk dapat mengatur, bagaimana tata kelola perpustakaan yang baik, agar nantinya dapat menumbuh kembangkan minat baca bagi para siswa.

Berdasarkan survei data UNESCO minat baca masyarakat Indonesia baru 0,001 persen. Artinya, dalam seribu masyarakat hanya ada satu masyarakat yang memiliki minat baca.
Selain itu, literasi minat baca masyarakat Indonesia juga masih sangat tertinggal dari negara lain.
Dari 61 negara, Indonesia menempati peringkat 60, Hal tersebut menunjukkan kemampuan baca masyarakat Indonesia masih setara dengan negara Afrika Selatan. Maka sangat perlu sekali pemerintah melakukan terobosan-terobosan jitu dalam meningkatkan minat baca masyarakat khususnya.‎

“Sebagai bentuk perhatian serius pemerintah kabupaten Bintan terhadap pengembangan minat baca bagi masyarakat, kita telah memiliki perpustakaan keliling seperti mobil perpustakaan dan untuk masyarakat yang tinggalnya di pesisir pulau bintan disediakan kapal perpustakaan keliling.
Selain itu pada anggaran tahun 2017 ini pemerintah kabupaten Bintan akan membangun sebuah komplek kawasan khusus perpustakaan yang didalamnya akan banyak dilengkapi juga fasilitas-fasilitas pendukung perpustakaan,” tutup Dalmasri. (mcbintan)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

GALERI 24 PKP EXPO