BMKT Harus Dilindungi, Guna Mendukung Sektor Pariwisata Daerah Natuna

244

Wartakepri.co.id, Natuna – Kabupaten Natuna merupakan salah satu kabupaten terujung di Kepulauan Riau (Kepri), memiliki berbagai potensi, baik dari segi perikanan, kelautan, wisata dan keindahan panorama alam lainnya.

Letak geografis kepulauan yang indah serta berbatasan langsung dengan beberapa negara tetangga, sehingga tidak jarang potensi yang dimiliki dijarah oleh berbagai pihak yang tidak bertanggungjawab, terutama illegal fishing serta Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT), yang memiliki nilai sejarah tinggi.

Kabupaten Natuna dikenal sebagai jalur perdagangan yang sangat sibuk dimasa lampau. Hal inilah perlu mendapatkan perhatian dari berbagai pemangku kepentingan untuk dilakukan langkah nyata berupa tindakan penyelamatan potensi kekayaan bawah laut tersebut dari penjarahan.

Khususnya, BMKT yang bernilai sejarah agar dilakukan pendataan sekaligus inventaris untuk mendukung pengayaan ilmu pengetahuan, pendidikan dan pariwisata. Hal ini disampaikan Wakil Bupati Natuna, Dra. Hj. Ngesti Yuni Suprapti,MA dalam sambutannya ketika membuka Rapat Koordinasi Pengelolaan Barang Muatan Kapal Tenggelam, di Aula Natuna Hotel, Ranai, Selasa (23/5).

Pada kesempatan yang sama, Kepala Bidang Pengelolaan Lingkungan Laut Kementerian Kemaritiman, Dr. Nurul Istikomah juga menyampaikan bahwa: melalui pembahasan dan koordinasi dan monitoring evaluasi yang terpadu, diharapkan nantinya dapat mendukung sektor pariwisata daerah yang saat ini sedang melakukan pengembangan sekaligus upaya pelestarian khazanah potensi bawah laut.

Hal ini penting mengingat dengan telah dicabutnya moratorium terkait BMKT, bahwa pengelolaan BMKT akan dikembalikan kepada pemerintah untuk pengelolaannya dan tidak ada yang dikomersilkan. Ungkap Nurul Istikomah

Sementara saat ini sudah ditemukan 22 titik lokasi kapal tenggelam. Melalui rapat kali ini, semua pihak diharapkan dapat memberikan dukungan dan masukan yang bersifat konstruktif bagi upaya penyelamatan cagar budaya potensi bawah laut di Kabupaten Natuna.

Hal senada juga disampaikan oleh Direktur Jasa kelautan Kementerian kelautan dan Perikanan, Ir.Abduh Nurhidayat.M.Si melalui Kasi Kementerian Kelautan dan Perikanan, Zainab menerangkan: bahwa perairan Kabupaten Natuna merupakan jalur perdagangan yang sangat penting sejak zaman Dinasti Ming sampai Perang Dunia kedua, yang dapat dilihat dari jumlah kapal tenggelam yang sangat besar serta kondisi dan jenis yang beragam.

Dari beberapa titik yang telah dilakukan penelitian, terdapat jenis kapal dengan kondisi yang sangat bagus, dan bukan tidak mungkin dapat mendukung sektor pariwisata bawah laut serta didukung keindahan alami bawah laut. Untuk itu dibutuhkan upaya perlindungan dan pelestarian agar lokasi tersebut menjadi salah satu destinasi pariwisata bawah laut dimasa datang. (Humas Pro: diana/sri )

Editor :Nikson Simanjuntak

PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel