WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Dibawah kepemimpinan Lukita Dinarsyah Tuwo dan para deputinya, pertumbungan ekonomi dan investasi di Kota Batam mengalami peningkatan pada Kuartal 1 Tahun 2018 dari Tahun sebelumnya. Tercatat nilai investasi di Kota Batam di Kuartal 1 tahun 2018 mencapai 4,47 persen yang sebelumnya pada tahun 2017 di triwulan pertama hanya bertengger pada angka 2 persen.
” Data peningkatan ekonomi tersebut dirilis dari dari BKS Bank Lembaga Indonesia. Selain itu, pendaftaran Penanaman Modal Asing meningkat 4 kali dari tahun 2017 lalu,” papar Lukita dalam acara Diskusi Membedah dan Menyikapi Pertumbuhan Ekonomi Natam Triwulan 1/2018 di Grand I Hotel Batam, Kepri, Rabu (4/7/2018).
Untuk acara diskusi ini diikuti seluruh pelaku usaha dan organisasi masyarakat serta organisasi usaha yang ada di Kota Batam. Diskusi juga membahas kebijakan baru seperti yang cocok agar terus terjadi pertumbuhan ekonomi Batam. Dengan harapan kebijakan akan mempermudah para pelaku usaha dalam melakukan kegiatan ekonomi di Batam.
Dipapar Lukita, BP Batam optimis investasi di kota batam tetap meningkat, hingga bisa mencapai target yang dicanangkan. Pihaknya akan melakukan langkah dengan cara kompak merespon kebutuhan para pelaku usaha agar pertumbuhan ekonomi di batam dan juga kepri bisa naik lebih tinggi lagi.
“ Terkait hal hal yang menghambat seperti penambahan biaya logistik bagi para pelaku usaha, kita nantinya akan meminta kerja sama kepada Pelindo 1 untuk memfasilitasi,” janji Lukita.
Keberhasilan mengingkatkan perekonomian di Batam ini, juga ada pengaruh dari Mall Pelayanan Publik yang mempermudah dan bisa mempercepat perizinan investasi dan usaha di Kota Batam.
Sementara itu, Gusti Raizal Eka Putra Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kepri membenarkan tentang pertumbuhan ekonomi di Batam meningkat cepat.
” Pertumbuhan ekonomi Batam kini diposisi 4,4 persen, meningkat dari tahun sebelumnya. Adapun sektor usaha yang mendorong perekonomian di Batam, retail dan meningkatnya daya konsumtif masyarakat di Batam. Dan, apa yang harus dilakukan BP Batam untuk terus meningkatkan pertumbuhan ekonomi ini, adalah dengan terus mendukung sektor sektor yang memang memicu pertumbuhan ekonomi,” jelas Gusti Raizal.
Dampak Kenaikan Dollar
Sementara itu, menanggapi naiknya harga dollar terhadap rupiah, ditanggapi dengan mendorong sektor pariwisata di Batam untuk terus membuat banyak kegiatan.
” Kalau dolar naik, maka sektor pariwisata dan perhotelan akan berimbas positif, karena dengan dolar yang kuat itu, turis bisa datang dan berliburan ke Batam. Selain itu, sektor sektor usaha bernilai ekport tentu akan mendapatkan nilai positif juga. Tapi, untuk masalah apakah ada berdampak di sektor lain, tentu ada, dan ini tidak saja berdampak di Batam saja, tetapi secara nasional,” papar Lukita lagi.
Sementara itu, dalam diskusi ini ragam usulan disampaikan dari masing masing pelaku usaha dan pemerintah Kota Batam. Selain itu, kritikan disampaikan dalam diskusi, baik ke pemerintah Kota Batam dan ke BP Batam sebaliknya. (*)
Video: Keluhan Pengusaha Terkait UMS 2018
Tulisan/Video: Dedy Suwadha































