Bersalah Menusuk WNA, Pengadilan Negeri Batam Vonis Amat Tantoso 3 Bulan Penjara



PKP DREAMLAND

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Majelis Hakim PN Batam menjatuhkan vonis hukuman 3 bulan penjara terhadap terdakwa Paulus Amat Tantoso, Pengusaha Valuta Asing di Batam yang tersandung kasus Penganiayaan, dengan korban WNA Malyasia bernama Celvin. Putusan dibacakan oleh Majelis Hakim Pengadilan Negeri Batam dalam, Selasa (26/11/2019) siang.

Dikutip dari BatamClick.com (Kepri Media Group) Terdakwa Paulus Amad Tantoso terbukti bersalah dan melanggar pasal 351 ayat (1) KUHP karena telah melakukan penikaman terhadap Hong Koon Cheng alias Celvin, Warga Negara Malaysia sebagaimana dakwaan subsidair Jaksa Penuntut Umum (JPU) Rumondang.

Hakim Yona Lamerosa selaku ketua majelis hakim yang didampingi hakim Taufik Nainggolan dan Dwi Nuramanu, menyatakan bahwa terdakwa terbukti melakukan tindak pidana penganiayaan sebagaimana dakwaan subsidair penuntut umum. Dan dijatuhkan hukuman pidana penjara selama 3 bulan kepada terdakwa.

Sebelum di vonis majelis hakim dengan hukuman pidana 3 bulan penjara Amat Tantoso dituntut dengan hukuman 4 bulan penjara oleh JPU Rumondang setelah mendengarkan keterangan saksi-saksi di persidangan. 

Sedangkan dalam dakwaan JPU Rumondang disebutkan, penikaman terhadap Celvin berawal pada Rabu, 10 April 2019 lalu sekitar pukul 18.40 wib, terdakwa memeriksa pembukuan perusahaan Money Changer miliknya yang mengalami kekurangan uang tunai.

Setelah dilihat pembukuan ternyata hasilnya sebagian besar dana Money Changer miliknya sebanyak Rp30 miliar berada di tangan Celvin. 

Kronologis Kejadian

Diketahui terjadinya hal tersebut dikarenakan adanya kerjasama antara karyawan terdakwa bernama Mina alias Apong dengan korban Celvin. Kemudian terdakwa juga mendapat laporan dari Apong bahwasanya cek yang diberikan oleh Celvin senilai Rp7 miliar belum ditandatangani oleh Celvin. 

Mengetahui kejadian tersebut, terdakwa langsung menghubungi Celvin sekitar pukul 17.50 wib menggunakan handphone milik Apong dan meminta Celvin untuk datang ke money changer miliknya PT Hosana Exchang yang berada di Komplek Pasar Bumi Indah No 25, Batam. Namun Celvin menolak dan mengaku sedang berada di Wey-wey Seafood Harbourbay. 

Sekitar pukul 18.40 wib, Amat Tantoso bersama Antonius alias Anton,Ujang beserta istrinya pergi untuk menemui Celvin. Namun, sebelum mereka berangkat, terdakwa mengambil sebilah pisau sangkur yang berada di atas meja sekuriti dengan tujuan untuk menakut-nakuti korban.

Setibanya di restoran Wey-wey Seafood Harbour Bay, terdakwa yang menemui korban meminta korban menandatangani cek senilai Rp7 miliar agar dapat dicairkan. Tetapi, korban menolaknya.

Kemudian terdakwa meminta paspor korban sebagai jaminan agar korban tidak melarikan diri ke negera asalnya, Singapura, tetapi hal tersebut juga ditolak oleh korban. Adu mulutpun tak bisa dihindari hingga akhirnya korban melemparkan mangkok berisi kuah makanan ke arah terdakwa, sehingga mengenai bahu terdakwa.

Karena emosi terdakwa berdiri dengan spontan dan langsung mengeluarkan pisau sangkur yang disimpannya di pinggang sebelah kiri dan mencoba menikam ke arah dada korban. Namun korban menangkisnya. 

Lalu terdakwa kembali mengarahkan pisau tersebut ke arah dada dan ditangkis lagi oleh korban. Hingga akhirnya korban terjatuh dan terdakwa langsung menusuk pinggang kiri korban dengan pisau sangkur tersebut. Akibatnya, korban mengalami luka robek dibagian pinggang.(lin/batamclick/kmg).

Editor : Dedy Suwadha



DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMPROV KEPRI
DPRD KEPRI
PEMKO BATAM
DPRD BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA