Kronologi Penyebab Foreman Electrik PT Pacific Granitama Tewas Terjepit Shaft Puley dari Kaki Sampai Perut





WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kecelakaan kerja kembali terjadi di Wilayah Kabupaten Karimun. Kali ini di alami oleh salah satu karyawan PT. Pacific Granitama, yang berlokasi di Desa Pangke Kecamatan Meral Barat, bernama Maryono (42), pada Sabtu pagi (4/1/2020).

Kapolsek Meral AKP. Doddy Santosa Putra saat di konfirmasi oleh WartaKepri.co.id terkait Laka Kerja yang mengakibatkan korban meninggal dunia tersebut menjelaskan bahwa, Maryono (42) merupakan Karyawan PT. Pacific Granitama (Asisten Foreman Electrik), warga Guntung Punak RT.001/003 Kelurahan Darussalam Kecamatan Meral Barat Karimun.

“Hingga saat ini sudah dimintai keterangan dari para saksi-saksi sekaligus rekan korban, diantaranya Chairullah (52) bagian Electric, warga Payarengas RT.001/002 Kelurahn Parit Benut Kecamatan Meral, beserta satu rekannya lagi bernama Poyo Yanto (42) Karyawan PT. Pacific Granitama bagian Crusher, warga Kampung Suka Maju RT.001/003 Desa Pangke Kecamatan Meral Barat Karimun,” terangnya.

Perwira Kepolisian asal Kota Palembang Sumatera selatan ini menceritakan Kronologi peristiwa naas tersebut, dimana pada Sabtu (4/1//2020) pagi sekira pukul 08.20 wib, disaat rekan korban Chairullah berada di control panel yang berada dibawah conveyor C4, Saksi sendiri telah melihat korban sedang melakukan pengecekan RPM Motor Conveyor C4 Primary II.

“Korban meminta kepada Chairullah untuk menjalankan conveyor, kemudian Chairullah berkoordinasi kepada operator primary II melalui radio untuk menjalankan conveyor C4, setelah berkoordinasi, telah melihat korban berdiri tidak seimbang seperti hampir jatuh, sehingga rekan korban langsung mematikan pemutus arus listrik ke motor (Breaker), dan meminta bantuan yang ada disekitar kejadian,” imbuhnya.

Kata Kapolsek AKP. Doddy Santosa Putra, selanjutnya rekan korban lainnya Poyo Yanto (42) langsung naik ke atas conveyor utk melihat kondisi korban, ternyata korban sudah dalam posisi terjepit shaft puley C4 pada bagian kaki kiri hingga bagian perut.

“Chairullah memanggil foreman mobile equipment melalui radio untuk menghubungi safety officer minta pertolongan, dan sekitar 10 menit kemudian safety officer bersama paramedic tiba dilokasi dan melihat kondisi korban sudah tidak sadarkan diri, setelah dilakukan pengecekan medis secara detail oleh paramedic oleh salah satu Perawat PT. Pacific Granitama, Bari memastikan korban sudah meninggal dunia, dan selanjutnya Tim crushing plant bersama paramedic membawa korban ke Rumah Sakit Bhakti Timah (RSBT),” ungkap AKP. Doddy.

Hingga kini Polsek Meral masih mendalami kasus Laka kerja yang terjadi diwilayah hukumnya, serta berkoordinasi dengan Satreskrim Polres Karimun guna dilakukan penyelidikan lebih lanjut.(*)

Kiriman : Aziz Maulana



PKP DREAMLAND

DEWAN PERS WARTAKEPRI