Maling di Karimun Dicokok Polisi saat Asik Main Game Online di Warnet

Konferensi ungkap kasus pencurian di Mapolres Karimun. (Photo: WartaKepri/aziz)





WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Seorang pemuda pengangguran berinisial RK (19) tak berkutik saat anggota Satreskrim Polres Karimun membekuknya di warung internet (Warnet). Dia dicokok polisi saat sedang asyik bermain game online di warnet itu.

Masalahnya, dia telah melakukan perbuatan yang melanggar hukum. RK nekat membobol rumah tetangganya sendiri di Telaga Tujuh, Kelurahan Sungai Lakam Barat, Kecamatan Karimun, pada Sabtu, 11 Januari 2020 lalu.

Kala itu, dia beraksi sendiri dan berhasil menggasak satu unit Handphone merek Vivo Y1 dari dalam rumah tetangganya.

“Tersangka RK dalam melancarkan aksinya sendirian pada dini hari pukul 03.00 WIB dengan menggunakan kayu yang disambung dan berhasil menggasak barang milik korban,” kata Kasat Reskrim Polres Karimun melalui KBO Polres Karimun, Iptu Rustam Efendi, Senin (10/2/2020).

Selain RK, Rustam melanjutkan, tim Satreskrim Polres Karimun juga berhasil menangkap dua orang penadah hasil curiannya. Kedua penadah ini dikatakan Rustam masih di bawah umur.

“Mereka ditangkap pada Sabtu, 8 Februari 2020. Penadahnya AP (17) dan PK (17). Mereka disangkakan pasal tentang penadah barang hasil tindak pidana,” jelasnya Rustam.

Penangkapan kedua penadah ini kata Rustam berdasarkan pemeriksaan dan pengembangan yang dilakukan pihak kepolisian terhadap tersangka yang menyebut hasil curiannya dijual kepada AP dan PK Rp 600 ribu.

Selanjutnya, lebih jauh Rustam menjelaskan, hasil curian tersebut ditukarkan oleh penadah AP dengan satu unit sepeda motor Yamaha Vega yang sebelumnya dipakai oleh penadah PK.

“Jadi oleh para tersangka sendiri ditukar begitu saja, barang tukar barang,” imbuh Rustam.

Namun demikian, barang bukti sepeda motor itu saat ini masih dicari oleh pihak kepolisian karena dari pengakuan para tersangka sudah dijual via grup jual beli di media sosial Facebook dengan harga Rp 1 juta.

“Kami masih terus melacak keberadaan barang bukti berupa satu unit sepeda motor Yamaha merek Vega, belum dipastikan suratnya lengkap atau tidak,” ungkap Rustam.

Tersangka RK saat diwawancara wartawan mengakui seluruh perbuatannya. Sepeda motor barteran itu menurut pengakuannya dijual hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saya jual, dan dari hasil itu untuk kebutuhan sehari-hari,” katanya.

Atas perbuatannya, RK sendiri akan dijerat dengan Pasal 363 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman pidana paling lama 7 (tujuh) tahun penjara.

Sedangkan para penadah yang masih dibawah umur dikenakan pasal Tindak Pidana Pertolongan Jahat (Penadah) sebagaimana dimaksud Pasal 480 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana dengan ancaman penjara paling lama 4 tahun. (aziz)



PKP DREAMLAND

FANINDO

DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA