Berkat Asman Abnur Mundur, Akhirnya Zulkifli Hasan Kembali Jabat Ketum PAN Periode 2020-2025

Zulkifli Hasan. Foto Arahcom/Istmewa





WARTAKEPRI.co.id, KENDARI – Zulkifli Hasan atau Zulhas kembali terpilih menjadi ketua umum Partai Amanat Nasional (PAN) untuk kedua kalinya. Zulkifli Hasan akan memimpin PAN untuk periode 2020-2025.

Wakil ketua MPR itu berhasil mendapatkan 331 suara dalam pemilihan yang digelar pada Kongres V PAN di Kendari, Sulawesi Tenggara.

Ia berhasil mengalahkan pesaing utamanya, yakni Mulfachri Harahap, yang berada di posisi kedua dengan perolehan 225 suara. Sedangkan, Drajad Wibowo harus puas di peringkat ketiga, setelah hanya meraup enam suara. Tiga suara dinyatakan tidak sah.

Dari total 590 pemilih, hanya 565 yang menggunakan hak suaranya dalam Kongres V PAN. Adapun 25 pemilik suara tak memilih, karena 22 di antaranya yakni DPD yang kepengurusannya bermasalah, dibekukan oleh Steering Comittee (SC). Sementara tiga lainnya diketahui tak ikut mencoblos.

Seusai diumumkan terpilihnya kembali Zulhas sebagai ketua umum PAN, para pendukungnya langsung menghampiri untuk memberi selamat. Termasuk oleh mantan ketua umum PAN sebelumnya, yakni Soetrisno Bachir dan Hatta Radjasa.

Pesaing beratnya, Mulfachri Harahap, juga langsung mendatanginya untuk memberi selamat. Pelukan pun diberikan oleh Zulhas kepada calon ketua umum yang didukung oleh Amien Rais itu.

Ricuh, 30 Peserta Kongres Luka Luka

Kericuhan kembali terjadi pada gelaran Kongres V Partai Amanat Nasional (PAN) di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara. Akibat hal tersebut, sebanyak 30 orang dilaporkan terluka akibat kericuhan tersebut.

“Banyak yang berdarah, ada 30 (orang), tapi kami tidak bisa ekspos nama-namanya,” ujar Ketua DPW PAN Sulawesi Barat, Asri Anas, di Hotel Claro, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (11/2/2020).

Ia menjelaskan, sebagian besar orang terluka akibat terkena benturan dari kursi yang dilempar di ruang sidang pleno. Bahkan, Anas menyebut, sejumlah orang mengalami luka di kepala. “Paling banyak di kepala karena terkena lemparan kursi dan benda keras dihantam,” ujar Anas.

Berdasarkan pantauan Republika.co.id, aksi saling lempar pun terjadi antara dua kelompok. Mulai dari kursi hingga bungkusan makanan ringan terlihat dilempar oleh sejumlah orang.

Berdasarkan informasi yang diterima, beberapa di antaranya adalah kader DPW PAN Blitar dan Banyuwangi yang terlihat memegangi luka di bagian kepalanya.

Saat ini, orang-orang yang terluka telah dibawa ke tempat yang lebih aman untuk dilakukan penanganan medis. Para pemilik suara juga diamankan ke ruangan khusus untuk menghindari hal-hal yang tak diinginkan.

Melihat keributan yang terjadi, Steering Comittee (SC) Kongres V PAN terpaksa menunda jalannya sidang pleno. Sembari panitia kembali mendata peserta yang diperbolehkan masuk ke ruang sidang.

“Diskors tadi untuk strerilisasi kepesertaan, nanti mereka akan datang satu per satu jadi disuruh duduk semua pesertanya,” ujar Sekretaris SC Saleh Partaonan Daulay.

Ia mengatakan, pihaknya akan terlebih dahulu menstrerilisasi ruang sidang pleno dari orang-orang yang tak terdaftar sebagai peserta. SC juga akan menenangkan peserta yang hadir pada hari ini.

“Sehingga suasananya mereka inginkan tertib. Jadi, sekarang diskors tadi unruk strerilisasi kepesertaan,” ujar Saleh.(*)

Sumber : Republika.co.id



PKP DREAMLAND

FANINDO

DEWAN PERS WARTAKEPRI

PEMPROV KEPRI
PEMKO BATAM
PEMKAB ANAMBAS
DPRD ANAMBAS
PEMKAB BINTAN
PEMKAB KARIMUN
PEMKAB LINGGA
DPRD
WIRARAJA