Isra Mustika Curi Rokok di Gelper Sportgame Dituntut 2 Tahun Penjara, Pengacara Bacakan Pembelaan

88

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Isra Mustika Hutabarat dituntut jaksa untuk 2 tahun penjara terkait penggelapan rokok di Gelper Sporegame Merlion Kelurahan Tanjung Uncang. Pengacara dari Isra Mustika, Akbar mengatakan, adanya kejanggalan-kejanggalan dalam menuntut saudara Isra menggelapkan rokok, salah satunya rekaman CCTV yang dijadikan bukti di pengadilan.

” Dimana dalam cctv yang diperlihatkan jaksa penuntut dimana disana memperlihatkan saudara Isra membawa kantung kresek, tetapi dalam kantung kresek dalam kesaksian yang kita datangkan menjelaskan pernah melihat kantung kresek tersebut yang merupakan susu kemasan langsung minum ukuran besar,” ujarnya, Selasa(3/2/2020).

Dibeberkannya lagi, saksi yang pihaknya datangkan juga pernah menjelaskan bahwa dia pernah ikut minum dan dimintai tolong beli, setiap hari selalu bawa terdakwa Isra.

Jadi ini tentu menjadi bahan pertanyaan, kalau itu sesuai dengan keterangan bahwa saudara isra menggelapkan rokok merek Sampoerna tentu bisa dilihat dari cctv besaran yang berbeda, karena yang dituduhkan ke saudara Isra kadang dia membawa 1 slop rokok, 2 slop rokok, 3 slop rokok dan 4 slop rokok.

” Ini tidak bisa kita liat di CCTV besaran yang dibawanya sama, dituduhkan ke Isra oleh pihak Sporegame Merlion membawa totalnya 30 slop rokok, tapi kita hitung-hitung jumlahnya 20 slip rokok. Ada dari keterangan saksi 1 hari berapa yang dia bawa tidak diketahui, secara logika dalam 1 hari yang tidak diketahui berarti membawa 10 slop rokok merek Sampoerna. Tentunya itu seharusnya jelas terlihat di CCTV,” bebernya.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Tapi yang diperlihatkan Jaksa penuntut itu 4 rekaman CCTV dengan besaran yang sama, di CCTV juga tidak tercantum tanggalnya. “Biasanya kalau rekaman ada tanggalnya,” tuturnya.

Diungkapkannya, pada saat persidangan sebelumnya majelis hakim minta kepada penuntut untuk membawa latop, tapi jaksa tidak membawanya padahal untuk melihat Flashdisc hasil rekaman. Tetapi jaksa memperlihatkan dari hpnya. Pengacara dari Isra ini juga mengatakan tidak dibuka melalui flashdisc tapi hp jaksa, apa hp jaksa menjadi barang bukti.

” Flashdisc yang menjadi barang bukti tidak pernah dibuka selama persidangan, sedangkan hp jaksa untuk melihat rekaman diambil lagi dari majelis hakim. Hakim juga pernah bertanya terkait hp itu barang bukti atau tidak?,” sebutnya.

Dibeberkannya lagi, padahal yang dituduhkan kepada terdakwa mulai tanggal 14 sampai tanggal 23 Oktober, tetapi yang ditunjukan 4 rekaman CCTV.

” Disitu saya merasa ada yang ganjil,” ujarnya.

Dituturkannya, dalam fakta persidangan saksi saudara Abdul Gafar mengaku melihat sekali tetapi dakwaan jaksa tiga kali. Karena dakwaan jaksa copy paste dari surat dakwaan. Bukan dari fakta persidangan.

” Saat pledoy tadi saya bacakan semua, itu tercantum tentang surat dakwaan jaksa. Tetapi karena majelis hakim meminta diringkas jadi tidak terbaca kan, tetapi sudah saya cantumkan surat pledoy yang saya kasih ke majelis hakim,” terang Akbar. (*)

Tulisan : Vero Aditya

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO