Hakim Tolak Ekspesi Terdakwa Bambang Mantan Kakanpel Batam dan Sularno Kapos Kesyahbandaran Tanjung Uncang

436

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Permintaan eksepsi penasehat hukum dari Bambang Gunawan dan Sularno ditolak majelis hakim, Kamis(12/3/2020) pengadilan Batam. Sidang yang di Pimpin Cristo, hakim anggota Marta dan Egi hakim anggota., hakim anggota Marta dan Egi hakim anggota.

Akibat penggelapan dokumen kapal yang dilakukan Bambang dan Sularno membuat Bowole Roy Novan selaku Direktur PT. Persada Prima Pratama yang mendapatkan kuasa dari Bulck Blacksea Inc yaitu Mustafa Erl (sebagai pemilik kapal laut MV.Seniha-S berbendera Panama) sebagai perwakilan untuk menjaga, memelihara, pengalihan fisik dan melakukan pengurusan dokumen dan membayar biaya terhadap kapal laut MV.Seniha-S IMO 8701519 berbendera Panama mengalami kerugian lebih kurang sebesar Rp. 8.000.000.000,- (delapan miliar rupiah).

Perbuatan terdakwa I. Bambang Gunawan, MM,MAR,E dan terdakwa II. Sularno, SE adalah tindak pidana sebagaimana diatur dan diancam pidana pada Pasal 264 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Berawal pada tahun 2010 kapal laut MV.Seniha-S IMO 8701519 berbendera Panama milik Bulk Blacksea Inc yaitu Mustafa Erl (warga negara Turki) melakukan perbaikan di Galangan Dry Docks Shipyard Pertama di Tanjung Ucang Batam dengan menggunakan Agen PT. Jasa Maritim Wawasan Nusantara untuk pengurusan segala dokumen dari kapal laut MV.Seniha-S IMO 8701519 berbendera Panama tersebut.

Kemudian seiring berjalannya waktu saat kapal MV.Seniha-S berbendera Panama yang masih dalam tahap perbaikan dan perawatan tersebut, saksi Bowale Roy Novan selaku Direktur PT. Persada Prima Pratama pada tahun 2015 mendapatkan kuasa dari Bulck Blacksea Inc yaitu Mustafa Erl (sebagai pemilik kapal laut MV.Seniha-S berbendera Panama) sebagai perwakilan untuk menjaga, memelihara, pengalihan fisik dan melakukan pengurusan dokumen dan membayar biaya terhadap kapal laut MV.Seniha-S IMO 8701519 berbendera Panama tersebut.

Kasus ini diawali pada tahun 2016 terdapat pertemuan menjual kapal laut MV.Seniha-S IMO 8701519 berbendera Panama di Batam yang diantaranya dihadiri dari calon pembeli sdr. Dicki, Ira, Raef Sharaf El Din (Daftar Pencarian Orang).

Dari pihak penjual diwakili oleh saksi Ronald Julianus dan hadir dari pengacara Frans Tiwow, saksi Suryadi Kesuma (Agen PT. Jasa Maritim Wawasan Nusantara), Andi Baktiar (Komisaris PT. PexOcean) yang mana dalam pembicaraan untuk pembelian kapal MV.Seniha-S tersebut Raef Sharaf El Din meminta tidak perlu mengangkat Sita Jaminan berupa kapal laut MV.Seniha-S IMO 8701519 berbendera Panama yang sedang sebagai objek Sita Jaminan dalam perkara keperdataan di Pengadilan Negeri Batam No. 75.PDT.G/PLW/2017/PN.BTM dan Penetapan Nomor:15/Pen.Pdt.G/PN.BTM tertanggal 20 Juni 2016, serta Berita Acara Sita Jaminan No. 15/BA.PDT/SJ/2016/PN BTM, tidak perlu membayar biaya Labu Tambat/parkir kapal untuk pemasukan ke kas Negara.

Sehingga dalam pembicaraan untuk menjual kapal laut MV.Seniha-S IMO 8701519 berbendera Panama menjadi batal, namun dari pihak Raef Sharaf El Din meminta fotocopi dokumen kapal MV.Seniha-S IMO 8701519 berbendera Panama dari saksi Surya Kesuma untuk diemailkan kepada calon pembeli di India.

Bahwa pada tahun 2017, Raef Sharaf El Din menyatakan sebagai perwakilan Bulk Blacksea Inc di Indonesia dengan memegang dokumen perubahan nama kapal laut MV.Seniha-S IMO 8701519 berbendera Panama menjadi MV. Neha IMO 8701519 berbendera Djibouti.

Kemudian Raef Sharaf El Din bersama saksi Patrick Toar Pelenkahu beberapa kali bertemu dengan terdakwa Bambang Gunawan, MM,MAR,E selaku Kepala Kantor Pelabuhan Batam dan terdakwa II. Sularno, SE selaku Kepala Pos Kesyahbandaran Tanjung Uncang Kantor Pelabuhan Kelas I Batam guna mengurus dokumen untuk dapat menerbitkan Surat Persetujuan Berlayar dari kantor Pelabuhan Batam terhadap kapal laut MV.Seniha-S IMO 8701519 berbendera Panama dengan mengganti nama dan bendara kapal serta pada bagian belakang kapal diubah menjadi MV. Neha IMO 8701519 berbendera Djibouti.

Dengan ditolaknya Eksepsi penasehat hukum Bambang dan Sularno tentu perkara akan dilanjutkan, majelis hakim meminta kepada jaksa penuntut umum untuk mendatangkan saksi di mana harinya akan di gilir karena saksi yang akan didatangkan sekitaran 30 an orang.

Sebagai penasehat hukum terdakwa Johanes juga akan mendatangkan saksi ahli dalam hal ini. “Yang mulia saya juga akan mendatangkan saksi ahli nantinya,” ujar Johanes.(*)

Kiriman : Vero Aditya

Facebook Notice for EU! You need to login to view and post FB Comments!
PKP HIMALAYA DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel