Sabaruddin Terpilih Ketua Geoside Pengelola Air Terjun Gunung Ranai Mendukung Geopark Nasional – WartaKepri.co.id
225 views

Sabaruddin Terpilih Ketua Geoside Pengelola Air Terjun Gunung Ranai Mendukung Geopark Nasional





WARTAKEPRI.CO.ID – Ketua Kamar dagang dan industri (Kadin) Natuna mengisi materi soal Geopark dan Geoside gunung Ranai Natuna sejalankan dengan pemilihan ketua pengelola air terjun Gunung ranai dalam rangka mendukung Program Geopak Nasional menuju internasional.

“Selamat dan sukses untuk pak Sabaruddin terpilih secara aklamasi sebagai ketua Pengelola air terjun Gunung Ranai,” ujar Zaharuddin Ketua Kadin Natuna. juma’at, (20/3/2020) di sela sosialisasi di kantor  Ranai Darat.

Zahruddin mengatakan, Natuna sebagai salah satu daerah perbatasan akan ditetapkan sebagai kawasan Geopark Internasional.

“Ini adalah anugrah untuk masyarakat kita setelah Pencanangan Gerakan Pembangunan Terpadu Kawasan Perbatasan (Gerbangdutas) tahun 2017 di Natuna diusung Tiga kementerian RI,” sebut Deng Sapaan Akrabnya.

Masih kata Deng, Kabupaten Natuna memiliki banyak situs dan sejarah juga tidak kalah menarik, termasuk tradisi pantun di Kepulauan Riau yang sedang diajukan menjadi salah satu warisan budaya dunia melalui UNESCO.

“Potensi laut Natuna juga bisa menjadi geopark maritim. Apalagi Natuna masuk dalam sejarah Jalur Rempah Nusantara. Dalam sosialisasi itu banyak terungkap potensi daerah yang belum banyak diketahui, bahkan oleh masyarakat Natuna sendiri,” tuturnya.

Usai terpilih Sabaruddin tokoh masyarakat ranai menjadi ketua pengelola air terjun gunung ranai, Lurah Ranai darat M.Basri sangat optimis program Geopak akan berjalan baik.

“Saya berharap kedepan amanah masyarakat ini dapat dilaksanakan oleh pengurus Air terjun gunung Ranai selaras dengan program geopark, selamat bekerja pak Sabaruddin,” ujar M.basri.

Kiki firdaus merupakan Humas Dari Geopark Natuna dalam dialog bersama warga Ranai Darat dirinya mengatakan, Geopark adalah konsep manajemen pengembangan suatu kawasan secara berkelanjutan, dengan memadukan tiga keanekaragaman alam. Yaitu geologi (geodiversity), hayati (biodiversity), dan budaya (culturaldiversity).

“Yang saya ketahui Konsep Geopark berpilar pada aspek konservasi, edukasi, pemberdayaan masyarakat, dan penumbuhan nilai ekonomi lokal melalui geowisata,” ujar Kiki.

“Geopark merupakan singkatan dari “Geological Park” yang diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia sebagai Taman Geologi atau Taman Bumi,” kata kiki.

Selain itu sambung Kiki, geopark mengharuskan sebuah kawasan tidak boleh berubah bentuk alaminya. Karenanya, perlu melibatkan masyarakat untuk menjaga dan mengolahnya. Sehingga, kawasan tersebut bisa dimanfaatkan sebagai objek wisata, tempat penelitian, konservasi flora-fauna dan sebagainya.

Sebagai informasi sertifikat penetapan Natuna sebagai kawasan Geopark Nasional telah diterbitkan oleh Komite Nasional Geopark Indonesia di Pongkor, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, akhir November 2018 silam.

Setidaknya, ada 9 geoside yang masuk dalam Geopark Natuna yaitu Pulau Akar, Batu Kasah, Gunung Ranai, Pantai Gua dan Bamak, Pulau Senua, Pulau Setanau, Senubing, Tanjung Datuk serta Taman Batu Alif. Hal ini menjadikan potensi wisata yang luar biasa.

Turut hadri dalam acar tersebut Lurah Ranai Darat, M Basri, Kiki Firdaus wakil Ketua Kadin Natuna bidang Pariwisata, Mursalimsyah Ketua Kadin Bidang Kelautan Perikanan, Babinsa, Babnikamtibmas dan masyarakat Ranai. (Rky)



PKP DREAMLAND
FANINDO
WIRARAJA
DEWAN PERS WARTAKEPRI

Pendapat Anda

225 views