WartaKepri.co.id, Surabaya – Salah seorang mahasiswa asal Anambas yang saat ini berada di Surabaya mengirimkan surat terbuka untuk Bupati Anambas Abdul Haris pada Senin(6/4/2020), dimana saat ini maha siswa tersebut sedang menempuh pendidikan di Surabaya, Rabu (8/4/2020).
Didalam surat terbuka tersebut disampaikannya bahwa mahasiswa tersebut bernama Eko Pratama warga Desa Bukit Padi Kecamatan Jemaja Timur Kabupaten Kepulauan Anambas yang sekarang sedang menempuh pendidikan di kota Surabaya Jawa Timur.
“Saya mengapresiasi yang setinggi-tingginya untuk berbagai kebijakan yang bapak buat untuk percepatan penanganan covid-19 di lingkungan Anambas,” sebutnya.
Diungkapkannya, ada beberapa hal yang ingin disampaikannya terkait kebijakan Bupati Anambas buat terkhusus menanggapi Surat Edaran Nomor : 21/kdh.KKA.900/03.2020 Tentang : Refocussing kegiatan, realokasi anggaran, serta pengadaan barang dalam rangka percepatan penanganan CORONA VIRUS DISEASE 2019 (Covid-19) di lingkungan pemerintah kabupaten kepulauan anambas.
“Diharapkan realokasi anggaran tersebut dapat di gunakan dengan sebaik-baiknya tepat guna dan tepat sasaran untuk pemulihan kondisi kabupaten kepulauan Anambas, saya kutip dari Statistik Data Kasus Covid -19 kabupaten kepulauan anambas di laman corona.kepriprov.go.id terdapat 3 jumlah PDP dan 7 ODP, dengan data tersebut saya mengharapkan kebijakan demi kebijakan dapat di ambil dengan sebaik-baiknya,”tuturnya.
Sekitar tanggal 23 maret 2020 terdapat kurang lebih 36 Mahasiswa anambas dari jakarta yang sama-sama kita ketahui adalah daerah zona merah covid-19 pulang ke kampung halaman, ini harus menjadi perhatian, harus ada perlakuan khusus bagi mereka sampai benar-benar di nyatakan negative covid-19 karena mendeteksi covid-19 tidak bisa dengan mengukur suhu tubuh saja dan harus diketahui mahasiswa yang masih bertahan di perantauan masing-masing juga memerlukan perhatian, karena harus mengkarantina diri di kos masing-masing dengan situasi saat ini tentu sangat berpengaruh pada perekonomian anambas sendiri dan secara otomatis mahasiswa yang masih bertahan di tempat belajar masing-masing mengalami kesulitan keuangan karena kendala ekonomi orang tua di anambas.
Adapun permohonannya terhadap Pemda Anambas sangat agar :
- Adanya kebijakan subsidi dana untuk mahasiswa asal anambas yang masih
bertahan di daerah tempat belajar masing-masing dengan ketentuan orang tuanya
non PNS dan memiliki pendapatan tidak tetap. ( selama wabah covid-19 ini ada).
- Adanya pengawasan khusus/karantina khusus ( bukan karantina diri masing-
masing ) kepada mahasiswa yang terlanjur pulang atau di pulangkan yang berasal
dari zona merah covid-19 sampai benar-benar di nyatakan bebas covid-19.
- Adanya sarana penunjang bagi mahasiswa anambas yang sudah di kampung
halaman untuk melakukan kuliah online / Daring (di prioritaskan ) karena kendala
jaringan di sebagian daerah di anambas.
- Menggunakan anggaran percepatan penanganan covid-19 dengan sebaik-baiknya.
“Demikian aspirasi ini saya sampaikan, kami percaya bapak dengan segala kemampuan dan gotong royong PEMDA bersama lapisan masyarakat dapat menghadapi musibah ini, semoga kesehatan selalu membersamai kita semua,” tutupnya.(Rama)






























