KSS Shipyard Minta Dukungan Pemkab Karimun agar Project Pembuatan Kapal Offshore Berjalan Lancar

825
KSS Shipyard Minta Dukungan Pemkab Karimun agar Project Pembuatan Kapal Offshore Berjalan Lancar

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – PT. Karimun Sembawang Shipyard, yang terletak di Teluk Paku, Kecamatan Meral Barat, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, merupakan salah satu kawasan industri di wilayah Bumi Berazam yang fokus pada perbaikan dan pemeliharaan kapal.

Hal ini diungkapkan oleh Operasional Manager PT. Karimun Sembawang Shipyard (KSS) Trisno Susilo disela-sela pencanangan kawasan industri bebas Covid-19, yang turut serta dihadiri oleh Bupati Karimun beserta jajaran FKPD Kabupaten Karimun, Kamis (9/7/2020).

“Dalam perjalanannya manajemen perusahaan memutuskan untuk memfokuskan bisnis dari perawatan dan perbaikan, menjadi pembuatan kapal-kapal baru,” ungkapnya.

Sehingga pada kesempatan kali ini, Trisno memaparkan project pembuatan kapal Floating Production Storage & Offloading (FPSO) dikondisikan sebagai kapal terapung yang digunakan oleh Offshore Industri untuk difungsikan  sebagai tempat untuk mengolah dan menyimpan minyak dan gas.

“Mohon dukungan dari pemerintah Kabupaten Karimun, saat ini kami telah mengerjakan satu project kapal Floating Production Storage & Offloading (FPSO),” imbuhnya.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Pada perancangan dan pembuatan kapal-kapal Floating Production Storage & Offloading (FPSO) yang dipesan dari negara India tersebut, menurut Trisno telah menggandeng dan bekerjasama dengan mitra kerja asal Kota Batam, yaitu PT Sembawang Manufacture Off-Shore & Equipment (SMOE) Indonesia.

“Jadi PT. KSS sendiri yang membuat badan kapal, sedangkan modul dan pengolahan minyaknya dibuat di PT Sembawang Manufacture Off-Shore & Equipment (SMOE) Batam,” terang Trisno.

Selanjutnya, kata Trisno apabila seluruh bagian kapal seluruhnya sudah dirancang, akan dikirim ke industri induknya yang berada di Singapura.

“Untuk project pembuatan kapal Floating Production Storage & Offloading (FPSO) sendiri, dengan karyawan saat ini sebanyak 420 orang, dimana bahan materialnya sendiri secara bertahap, didatangkan dari negara Singapura, akhirnya project kapal ini juga dikerjakan secara bertahap, hingga pengerjaannya nanti pada akhir bulan Desember 2020,” ungkapnya.

Ungkap Trisno, pada puncak pengerjaannya pada bulan desember 2020 mendatang, akan lebih banyak lagi tenaga kerja (karyawan) yang dibutuhkan pada project pembuatan kapal Floating Production Storage & Offloading (FPSO) tersebut.

“Dengan bertambahnya volume pekerjaan otomatis akan membutuhkan tenaga-tenaga kerja lagi, sehingga dibutuhkan sekitar 900 hingga 1000 orang karyawan pada puncaknya,” jelas pria asal Kota Surabaya Jawa Timur yang sudah 20 tahun berdomisili di Karimun.

FPSO sendiri dirancang untuk menerima minyak atau gas yang dihasilkan dari platform terdekat atau subsea, prosesnya, dan penyimpananya hingga minyak atau gas dapat didistribusikan kekapal tanker pengangkut atau melalui pipa bawah laut.(*)

Reporter : Aziz Maulana

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO