Diduga Pihak PT Sumber Sejahtera Ingkar Janji, Warga Desa Linau Datangi Polres Lingga

468
Diduga Pihak PT Sumber Sejahtera Ingkar Janji, Warga Desa Linau Datangi Polres Lingga

WARTAKEPRI.co.id LINGGA — Perwakilan Warga Masyarakat Desa Linau kembali mendatangi Mapolres Lingga, dalam rangka konsultasi terkait PT.SSLP yang di duga mengingkari perjanjian yang tertuang dalam surat kesepakatan perdamaian.

Diketahui perwakilan Warga Masyarakat yang hadir dalam konsultasi tersebut, dua orang anggota BPD Desa Linau Ahmad Taufik, Suhar, Kades Linau yang di wakili Sudarrio selaku Kasi Kesejahteraan dan Pelayanan Masyarakat, serta HD salah satu anggota Pemuda Karang Taruna Desa Linau, Senin (13/07/2020).

Kedatangan Perwakilan Warga tersebut, disambut lansung oleh Kasatreskrim AKP. Adikuasa Tarigan, Waka Kasat Iptu T.Gultom, Kanit ll Satreskrim Ipda Wisuda, dan Briptu Febrian, di ruangan Kanit Tipidkor Polres Lingga.

Di katakan HD, tujuan kedatangannya bersama perwakilan dari Kantor Desa Linau tersebut, untuk berkonsultasi kepada Kasatreskrim dan Kanit tipidkor tentang PT.Sumber Sejahtera Logistik Prima Bambang Prayitno, yang diduga mengingkari kesepakatan waktu yang sudah di sepakati secara bersama dalam mediasi yang di fasilitasi pihak Polres selaku mediator antara pihak perusahaan, bersama mantan ketua Koperasi Usaha Bersama (Kopuma) Yufiq Sapita, sekaligus beberapa perwakilan lainnya, di ruang pertemuan Polres Lingga pada (11/01/2020) lalu.

“Kami juga sambil berkenalan dengan Kasatresktim yang baru bapak AKP. Adikuasa Tarigan dan tanggapan beliau cukup baik, dan di lanjutkan meminta keterangan, terkait permasalahan kesepakatan kami bersama pihak perusahaan, yang dalam hal tersebut perusahaan ini terlihat mengulur-ngulur waktu karena kemaren saya sempat menghubungi pihak perusahaan saudara Maryono dan di sampaikan sama beliau, di hari jatuhnya tempo kesepakatan pengembalian sertifikat kepada Warga Masyarakat, beliau posisinya masih berada di tanjung pinang,” ungkap HD.

PKPONLINE PKP DREAMLAND

Dalam konsultasi tersebut, kepada Kasat dan Kanit, HD juga menyampaikan informasi yang di dapatkannya lansung dari Maryono Landung selaku wakil dari Perusahaan SSLP. melalui telpon via WA, terkait pengembalian sertifikat yang akan di lakukan oleh Perusahaan pada hari Jum’at 17 Juli 2020 mendatang.

“Pada tanggal 12 Juli 2020 pagi, saya di telpon Pak Maryono bahwa, pihaknya akan datang membawa sertifikat, dan bersedia mengembalikannya kepada Warga yang tempat dan waktunya akan di tentukan setelah mereka sampai di Daik, kemudian pada hari selanjutnya saya di WA lagi katanya ada permintaan pelaksanaan pengembalian itu di gedung daerah, kemudian saya sampaikan hal itu kepada Kanit II Ipda Wisuda untuk meminta saran dan jawabannya, mengingat masa Pandemi Corona, dan orang yang hadir juga di batasi, ada baiknya juga jika minta di fasilitasi oleh Pemkab, untuk dilakukan di gedung daerah,” ucap HD menirukan perkataan Kanit II.

Sementara itu, Kasat Reskrim melalui Kanit II Satreskrim, terkait laporan Mantan Ketua Koperasi Yufik Sapita mengenai dugaan penggelapan dokumen oleh PT.SSLP menjelaskan bahwa, permasalahan antara Masyarakat dan PT.SSLP terkait sertifikat tersebut, dimana kedua belah pihak terikat oleh perjanjian yang telah di buat pada tahun 2006.

“keberadaan sertifikat masyarakat di perusahaan sejumlah 212 shm. sebagai bentuk jaminan usaha, namun sampai dengan saat ini perusahan tidak mampu melaksanakan kewajiban nya sesuai perjanjian, Sehingga masyarakat menuntut agar perusahaan mengembalikan sertipikat tersebut,” ungkap Kanit II Satreskrim Ipda Wisuda.

Lanjutnya, Pada hari senin tanggal 13 Juli 2020, Polres Lingga kembali melakukan pertemuan dengan perwakilan Warga Masyarakat Desa Linau, untuk membahas kelanjutan dari mediasi yang dilakukan terkait pengembalian sertipikat kepada masyarakat.

“Kami sudah mendorong pihak perusahan untuk melaksanakan isi perjanjian, dan mungkin dalam waktu dekat ini hal itu bisa terlaksana,” ucap Kanit II.

Dilokasi berbeda, Kepala Desa Linau Musdar berharap kali ini pihak perusahaan tidak main-main, dan benar-benar akan melaksanakan pengembalian sertifikat tanah milik Warga seperti dalam informasi yang di sampaikan.

“Semoga kali ini, pihak perusahaan benar-benar menepati janjinya, jangan sampai kejadian seperti sebelum ini terjadi lagi bahwa, Warga kami merasa selalu di bohongi sama pihak perusahaan yang berjanji akan mengembalikan sertifikat,” ucap Kades.(*)

Kiriman : Ravi Azhar

Komentar Anda

Polling Bakal Pasangan Calon Gubernur Kepri Periode Agustus 2020 versi WartaKepri.co.id

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO