Home Karimun Peringatan Dini Dari BMKG Karimun Terkait Bencana Hidrometeologi

Peringatan Dini Dari BMKG Karimun Terkait Bencana Hidrometeologi

PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRIi.co.id, Karimun – Stasiun Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, mengeluarkan peringatan dini, terkait bencana hidrometeorologi, khususnya di wilayah perairan Karimun dan sekitarnya.

“Bencana hidrometeorologi merupakan bencana yang diakibatkan oleh parameter-parameter diantaranya berupa curah hujan, kelembaban, temperatur,angin, dan petir,” terang Kepala Stasiun meteorologi klimatologi dan geofisika (BMKG) Bandara Raja Haji Abdullah (RHA) Karimun, Raden Eko Sarjono, Jumat (23/10/2020).

Sehingga kata Eko berdampak pada intensitas hujan (deras), yang dapat mengakibatkan tanah longsor dan banjir, dimana secara menyeluruh (Nasional), diwilayah Indonesia termasuk Tanjungbalai Karimun dalam masa transisi atau peralihan, pada bulan September hingga akhir Desember tahun 2020.

“Saat ini fenomena yang muncul di wilayah kita adalah La Nina, sehingga dampak La Nina dapat menimbulkan bencana alam seperti banjir, angin puting beliung, tanah longsor, banjir bandang, dan gelombang pasang, sehingga BMKG pun mengingatkan potensi curah hujan yang sangat tinggi, bahkan intensitas hujan dapat meningkat hingga 40 persen dari biasanya,” ujar Eko.

Menurut Eko, hal ini disebabkan oleh pembentukan awan-awan konvektif khususnya diwilayah Karimun meningkat secara signifikan. Dan BMKG serta Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun sendiri meminta seluruh masyarakat agar tetap waspada.

“Terlebih kita berada di wilayah kepulauan, khusus bagi para pengguna transportasi laut, agar selalu memperhatikan informasi-informasi dari BMKG, dan setiap harinya dapat di akses melalui media sosial, whatsapp, instagram, facebook dan sebagainya, hingga datang langsung untuk bersosialisasi terhadap cuaca yang kapan saja berubah,” paparnya.

Penyebab hal ini, menurutnya disebabkan karena suhu permukaan laut pada bagian barat dan timur Pasifik lebih tinggi dari pada biasanya, sehingga kejadian (fenomena) tersebut menyebabkan tekanan udara pada ekuator Pasifik barat menurun.

“Tentunya hal ini mendorong pembentukan awan berlebihan dan menyebabkan curah hujan tinggi pada daerah yang terdampak, khususnya di wilayah Pasifik Ekuatorial Barat,” pungkasnya.

Oleh sebab itu, ungkap Eko pihaknya akan terus bekerja sama dengan instansi dan Stakeholder terkait lainnya, guna mengupayakan menyampaikan informasi-informasi terkait cuaca.

“BMKG dan Pemkab Karimun serta Stakeholder terkait lainnya akan terus bekerja sama, guna meminimalisir akibat dari bencana alam,” tandasnya.

Reporter : Aziz Maulana

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026

WhasApp