Polres Karimun Musnahkan Sabu 4.110 Gram Asal Malaysia Hasil Kerjasama Dengan Bea Dan Cukai

190
Polres Karimun Musnahkan Sabu 4.110 Gram Asal Malaysia Hasil Kerjasama Dengan Bea Dan Cukai

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Penegahan narkotika jenis sabu, yang berhasil diungkap Tim Panther Sat Narkoba Polres Karimun, bekerjasama dengan Bea dan Cukai, di Kelurahan Pamak, Kecamatan Tebing, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau, pada Rabu (11/11/2020), lalu pukul 00.30 WIB.

Sehingga Kepolisian Resor Karimun melakukan pemusnahan barang bukti berupa narkotika jenis sabu di Rupatama Polres Karimun, bersama jajaran Forkopimda Kabupaten Karimun, Jumat (04/12/2020).

Pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu tersebut, berdasarkan surat Kejaksaan Negeri Karimun nomor : SK – 2389 / L.10.12/ Enz.1 / 11/ 2020, tanggal 20 November 2020, tentang ketetapan status barang sitaan narkotika yang akan dimusnahkan.

Sebelumnya, telah dilaksanakan berita acara pemeriksaan laboratoris kriminalistik Polda Riau nomor. Lab.1521/NFF/2020, tanggal 30 November 2020, tentang kesimpulan setelah dilakukan pemeriksaan secara laboratoris kriminalistik, disimpulkan bahwa barang bukti berupa Kristal berwarna putih benar Mengandung Metamfetamin, terdaftar dalam golongan I nomor urut 61 Lampiran Undang-undang Republik Indonesia tahun 2009 tentang Narkotika.

Pada pelaksanaan kegiatan pemusnahan barang bukti narkotika jenis sabu tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Karimun AKBP Muhammad Adenan, turut serta dihadiri Ketua DPRD Karimun, Kepala BNN Kabupaten Karimun, Kepala Rutan kelas II B, Ketua Pengadilan Negeri Tanjungbalai Karimun, Lanal Tbk, Kodim/ 0317 Tbk, Kejaksaan dan KPPBC TMP B Tanjungbalai Karimun.

“Barang haram sabu yang dimusnahkan ini merupakan hasil pengungkapan Tim Panther Satresnarkoba Polres Karimun bekerjasama dengan Bea dan Cukai, dengan dua orang tersangka berinisial MK dan AH,” terang Adenan.

Dimana, menurutnya barang haram tersebut berasal dari Malaysia yang di kemasan dalam 4 bungkus teh Cina, dan akan diedarkan di wilayah Karimun.

“Barang bukti sabu ini berasal dari negara Malaysia, yang di jemput oleh tersangka MK dan AH, para tersangka sendiri menjemput barang tersebut dengan menggunakan speed boat melalui akses perbatasan, antara laut Indonesia dengan Malaysia,” paparnya.

Modus yang dilakukan oleh para tersangka sendiri, ungkap Adenan yaitu dengan cara tidak bertemu secara langsung, para tersangka melakukan komunikasi untuk menentukan titik pengambilan barang haram tersebut.

“Tersangka AH mengaku disuruh oleh Y, yang kini masih dalam DPO, sedangkan MK mengaku disuruh oleh seseorang berinisial A dan R, yang kini juga masih dalam target pengejaran,” pungkasnya.

Menurut Adenan, tersangka AH berperan sebagai tekong speed boat, sesaat setelah melakukan penjemputan barang haram tersebut diperairan perbatasan laut Indonesia dengan Malaysia.

“Dan setibanya di darat, Tim Panther Satnarkoba bersama dengan Bea dan Cukai melakukan penangkapan terhadap tersangka MK, dimana oleh tersangka sendiri di simpannya barang haram tersebut pada semak-semak,” pungkasnya.

Para tersangka dijerat pasal Pasal 112 Ayat 2, Pasal 114 Ayat 2, serta Pasal 132 Ayat 1 Undang-undang Republik Indonesia nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika, dengan ancaman hukuman paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun penjara, atau hukuman seumur hidup atau hukuman mati atau pidana denda Rp. 1 miliar hingga Rp. 10 miliar.

Reporter Aziz Maulana

Komentar Anda

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO Combo Sakti Telkomsel