Siraman Rohani Anggota Lanal Karimun Hadirkan Ustadz Abdul Wahab Sinambela, Tema Bahaya Syirik

Lanal Karimun Tausiah
Siraman Rohani Anggota Lanal Karimun Hadirkan Ustadz Abdul Wahab Sinambela, Tema Bahaya Syirik

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Guna meningkatan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, jajaran Mako Lanal Tanjungbalai Karimun mengadakan tausiyah dihalaman Yos Sudarso, Selasa (26/1/2021).

Siraman rohani dalam rangka menumbuhkan nilai-nilai spiritual dan mental yang baik bagi prajurit Mako Lanal tersebut dalam rangka memperingati hari ulang tahun Danlanal Tanjungbalai Karimun, Letkol Laut (P) Maswedi yang ke 43, disejalankan dengan terselenggaranya dengan baik pencanangan Kampung Bahari Nusantara, yang diresmikan oleh Danlantamal IV, Laksma Indarto Budiarto pada Jum’at (22/1/2021).

Seluruh prajurit Mako Lanal Tanjungbalai Karimun sangat antusias dan semangat mengikuti kegiatan tausiyah siraman rohani, dengan mendatangkan penceramah kondang asal Bumi Berazam, Ustadz Abdul Wahab Sinambela, dengan mengangkat tema “Bahaya Syirik,”.

Danlanal Tanjungbalai Karimun Letkol Laut (P) Maswedi mengatakan, kegiatan ceramah ini digelar dalam rangka pembinaan rohani bagi seluruh prajurit Mako Lanal Tanjungbalai Karimun dengan mengundang Ustadz untuk memberikan ceramah agama.

“Perlunya siraman rohani bagi seluruh prajurit Lanal TBK, hendaknya dapat dijadikan momentum sekaligus wahana untuk meningkatkan keimanan dan ketaqwaan kepada Allah SWT, termasuk salah satunya menjauhi bahaya syirik,”terang Maswedi.

Sehingga kedepannya kegiatan tausiyah ini akan rutin dilaksanakan setiap bulannya.

“Agar dapat memberikan sikap mental yang baik bagi seluruh prajurit, kedisiplinan serta selalu taat menjalankan perintah agama,” paparnya.

Sementara itu, Ustadz Abdul Wahab Sinambela memberikan beberapa materi ceramah terkait tema yang diusung, yakni bahaya syirik.

Menurutnya Syirik merupakan perbuatan yang sangat dibenci oleh Allah SWT. Lantaran perbuatan tersebut telah menduakan diri-Nya, sehingga Allah SWT telah melaknat kepada para pelaku perbuatan syirik.

“Syirik merupakan perbuatan dimana orang meyakini bahwa ada selain Allah SWT yang menciptakan, memberi rezeki, menghidupkan dan mematikan serta mengetahui perkara gaib,” ungkapnya.

Menjawab pertanyaan dari Danlanal TBK, terkait pawang hujan itu termasuk syirik atau tidak, Ustadz Sinambela menegaskan bahwa, intinya kalau untuk meninggikan syiar Allah SWT tidak ada masalah, tergantung daripada niatnya masing-masing.

“Dan perlu di bina untuk mendalaminya itu perlu sekali bagi generasi penerus, untuk syiar agama,” pungkasnya.

Akan tetapi, kata Sinambela kalau niatnya membanggakan diri bahwa seseorang lebih hebat dan lebih sempurna, sombong, congkak dan angkuh, maka akan terjebak dalam amalan yang sia-sia (Al-Laghwu), dengan tidak mendapatkan faedahnya.

“Jadi jawabannya tergantung daripada niat dan amalnya, barang siapa yang mengerjakan sesuatu dengan tujuan untuk meninggikan syiar Allah SWT, maka dia akan dicatat sebagai orang yang beriman dan bertaqwa,” tandasnya.(*)

Reporter Aziz Maulana

DEWAN PERS WARTAKEPRI PEMKO BATAM FANINDO Combo Sakti Telkomsel