9 Tahun Tinggal di Reruntuhan, Rumah Salbiyah Akhirnya Direnovasi BMH Kepri

1007
Rumah Salbiyah Akhirnya Direnovasi BMH Kepri
Keluarga Salbiyah warga Pulau Panjang, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau, mendapat bantuan dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau, dengan total anggaran Rp 50 juta.

WARTAKEPRI.co.id, BATAM – Salbiyah (39), wanita paruh baya yang tinggal bersama kedua orang anaknya Alfian (16) dan Putri (12), warga Pulau Panjang, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau tidak menyangka akan mendapat bantuan dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau.

Sembilan tahun silam sudah, keluarga kecil ini mengalami musibah bertubi-tubi. Diawali dirinya yang terkena serangan stroke, lalu sang suami meninggal dunia, dan beranjak sebulan kemudian rumah mereka hangus terbakar dilalap sijago merah.

Tentunya ujian yang sangat berat bagi keluarga pesisir ini yang hanya bermatapencaharian sebagai pedagang kecil.

Salbiyah tak menyangka jika malam naas sembilan tahun silam tersebut, rumahnya yang sekian lama menjadi tempat bernaung sekaligus merawat kedua orang anaknya, ludes dilalap api dalam waktu sekejap, dan hanya bisa meratapi nasib, menatap puing-puing reruntuhan rumah mereka.

Sebab jangankan membangun kembali rumah yang tinggal dindingnya saja tersebut, untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari saja, Salbiyah harus bekerja keras dengan berjualan di sekitar jembatan Barelang I Kota Batam.

Berdasarkan informasi mengenai kondisi keluarga yang sangat membutuhkan bantuan inilah, hingga sampailah kepada Ketua Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau (Kepri), Abdul Aziz.

Sehingga dirinya merasa terpanggil untuk bergerak membantu, dengan misi kemanusiaan.

“Untuk membantu sesama yang sedang dilanda kesulitan, bersama rombongan BMH Kepri segera mengunjungi lokasi rumah ibu Salbiyah,” kata Ketua Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau (Kepri), Abdul Aziz, Sabtu (24/4/2021).

Dimana menurutnya, Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau (Kepri) sendiri telah menargetkan selama sepekan sebelum gema takbir hari raya Idul Fitri 1442 Hijriyah/ 2021 Masehi dikumandangkan, guna menyalurkan bantuan, termasuk untuk merenovasi rumah dengan anggaran Rp 50 juta ini.

“Sehingga keluarga Salbiyah beserta kedua anaknya sudah dapat menempati kembali rumah mereka dan merayakan lebaran dengan suka cita, gembira dan bahagia,” ungkap Aziz.

Selain rumah Salbiyah rampung digarap, pihaknya dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau (Kepri) juga akan mengupayakan modal usaha untuk Salbiyah, sebagai pemberdayaan ekonomi agar keluarga ini dapat hidup layak.

“Selain renovasi rumah, kami InshaAllah akan mengupayakan untuk bantuan modal usaha,” paparnya.

Aziz juga berharap, rumah ini akan menjadi kado terindah di hari lebaran untuk keluarga Salbiyah.

“InshaAllah hal ini merupakan buah kesabaran dan keteguhan selama sembilan tahun membesarkan anak-anaknya di tengah kondisi ekonomi yang serba pas-pasan,” tandasnya.

Sementara itu, salah satu anak Salbiyah bernama Putri yang kini sudah mulai beranjak dewasa mengatakan, sejak musibah kebakaran itu, ibunya telah kembali ke rumah nenek, sementara saya berpindah-pindah dari rumah kerabat ke rumah kerabat lainnya.

“Dengan kehidupan yang sangat prihatin, saya menetap dari rumah saudara satu kerumah saudara lainnya, sedangkan ibu kembali kerumah nenek,” kenang Putri.

Dengan adanya bantuan dari Baitul Maal Hidayatullah (BMH) Kepulauan Riau (Kepri), Putri yang diminta oleh sang ibu mewakili keluarga menyampaikan ucapan terimakasih yang tidak terhingga, atas bantuan yang telah diberikan kepada keluarganya.

“Kepedulian BMH yang berkenan membantu membangun kembali rumah kami yang terkena musibah kebakaran,” ungkap Putri sembari meneteskan air mata karena rasa harunya.

Pulau Panjang Barat, Kecamatan Bulang, Kota Batam, Provinsi Kepulauan Riau tersebut dapat ditempuh sekitar 20 menit menggunakan perahu bermesin tunggal.

Dimana kampung ini dihuni 110 Kepala Keluarga (KK), atau lebih kurang 300 jiwa. Meski relarif dekat dari kota Batam, namun, akses informasi terbatas sehingga wajar jika selama sembilan tahun keluarga Salbiyah belum tersentuh bantuan, khususnya untuk renovasi rumahnya yang membutuhkan biaya tidak sedikit. (Aman).

Honda Capella

FANINDO