Trade Dacilitator Dan Industrial Assistance, Kanwil DJBC Kepri Bersinergi Bersama Pertamina, Target Tercapai 149 Persen

182
Kanwil DJBC Khusus Kepri, bersama Pertamina mengembangkan produksi serta usaha di wilayah Kepulauan Riau. (Foto : Ist)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Capaian penerimaan Kanwil DJBC Khusus Kepri hingga bulan Juli 2021, telah mencapai Rp 248 miliar.

Target tersebut tercapai 149 persen dari pencapaian target pada semester I tahun 2021, yang telah ditetapkan sebesar Rp 166 miliar. Selain itu juga sudah mencapai 83,6% dari target tahunan senilai Rp 296 miliar.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kanwil DJBC Khusus Kepri, Akhmad Rofiq yang disampaikan melalui rilisnya.

Menurutnya, selain tugas untuk penerimaan negara, BC Kepri juga menjalankan peran sebagai Trade Facilitator dan Industrial Assistance.

“Langkah nyata BC Kepri dalam upaya menjalankan dua tugas terakhir dengan mendukung IKM untuk dapat melakukan ekspor. Selain melakukan pelatihan dan pendampingan dalam rangka ekspor, BC Kepri juga telah berhasil mengantar IKM melakukan ekspor, seperti yang dilakukan IKM di Pulau Moro,” ungkap Rofiq, Rabu (25/8/2021).

Seiring dengan itu, kata Rofiq BC Kepri selalu siap menerima apabila terdapat IKM yang memerlukan asistensi terkait proses ekspor.

“Tentunya posisi geografis Kepri yang strategis, sehingga dapat menjadi keunggulan apabila dimanfaatkan secara maksimal,” ungkapnya.

Dengan keunggulan tersebut, Rofiq berharap agar dapat memacu pertumbuhan ekonomi Kepri pada masa-masa yang akan datang. Dimana Kedekatan dengan negara-negara tetangga harus dapat dijadikan peluang guna meningkatkan perekonomian.

“Langkah strategis lainnya adalah dengan diadakannya pertemuan dengan Pertamina. Pertemuan tersebut diadakan dalam rangka pembahasan pemindahan proses bisnis Pertamina, berupa penimbunan Gasoline Series 88/90/91 (BBM). Penimbunan BBM yang sebelumnya dilakukan di Singapura, akan dipindahkan ke Indonesia, tepatnya di wilayah Kepulauan Riau,” paparnya.

Rofiq menambahkan, BC Kepri mendukung pemindahan proses bisnis Pertamina dengan memberikan fasilitas Kepabeanan. Fasilitas yang diberikan berupa penetapan sebagai Pusat Logistik Berikat (PLB). Saat ini, sedang dilakukan kajian kelayakan terminal BBM Tanjung Uban agar dapat memperoleh fasilitas PLB.

“PLB merupakan fasilitas Kepabeanan yang menawarkan berbagai macam fleksibiltas dalam kegiatan logistik. Dengan fleksibiltas yang didapat, diharapkan Pertamina mampu menjadi berdaya saing lebih. Tidak hanya untuk memenuhi kebutuhan nasional, namun juga untuk mengantisipasi pasar ekspor,” tandasnya.

Diantara fleksibiltas tersebut menurut Rofiq adalah status kepemilikan barang, jangka waktu timbun barang (dapat mencapai 3 tahun atau lebih), serta asal dan tujuan barang (impor, lokal, maupun ekspor).

“Selain itu tentunya keuntungan seperti adanya kemudahan berupa penangguhan bea masuk, penangguhan pajak, dan penangguhan izin impor, ketika barang dimasukkan ke dalam PLB,” ujarnya.

Sebab kata Rofiq, apabila Pertamina telah merealisasikan perpindahan proses bisnisnya dari Singapura, paling tidak ada 5 keuntungan yang diperoleh, tidak hanya oleh pihak Pertamina saja, namun juga Indonesia secara luas.

Keuntungan-keuntungan tersebut diantaranya berupa adanya penyerapan tambahan tenaga kerja pada terminal BBM Tanjung Uban, terdapat potensi penjualan ke luar negeri, adanya penghematan karena tidak lagi sewa kilang di Singapura, adanya perpindahan potensi ekonomi senilai USD 585 juta (yang selama ini dinikmati oleh Singapura), serta yang tidak kalah pentingnya adalah akan meningkatnya ketahanan stok BBM nasional yang akan bertambah 3 hari.

“Sebagai perusahaan negara yang besar, Pertamina memiliki pengaruh dan peran yang penting dalam menaikkan tingkat daya saing bisnis Indonesia dengan negara lain, disamping meningkatkan penerimaan negara, sehingga apa yang menjadi rencana bisnis Pertamina, merupakan kesuksesan bersama bagi negara. Kemenkeu selaku penyusun regulasi akan mendukung penuh kebutuhan dunia usaha untuk dapat mengembangkan bisnisnya,” terang Rofiq.

Sehingga kata Rofiq kedepannya, Kanwil BC Kepri mendukung rencana bisnis Pertamina untuk memanfaatkan berbagai fasilitas Kepabeanan yang ada untuk tujuan bersama, yaitu diantaranya memanfaatkan kekuatan dan keunggulan yang dimiliki Indonesia, khususnya Kepri sebagai negara maritim dan kepulauan.

“Hal tersebut sangat diperlukan sebagai langkah guna memperkuat daya saing ekonomi Indonesia, serta percepatan pemulihan perekonomian nasional disaat pandemi COVID-19 saat ini,” ungkapnya.

Rilis Kanwil DJBC Khusus Kepulauan Riau

Aman

DEWAN PERS WARTAKEPRI FANINDO PEMKO BATAM Combo Sakti Telkomsel