Laskar Merah Putih Laporkan Dugaan Kejanggalan Pengadaan Lahan TPA ke Kejari Bintan

DPC LMP Bintan laporkan dugaan kejanggalan pengadaan lahan TPA ke Kejari Bintan. (Foto: Agus)

HARRIS BARELANG

WARTAKEPRI.co.id, BINTAN – Dewan Pimpinan Cabang Laskar Merah Putih (DPC LMP) Kabupaten Bintan melaporkan dugaan kejanggalan pengadaan lahan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) oleh Dinas Perkim Kabupaten Bintan ke Kejaksaan Negeri (Kejari) Bintan, Rabu (15/12/2021).

Dalam keterangannya, Ketua DPC LMP Kabupaten Bintan, Rahmadi, mengatakan pengadaan lahan seluas 2 haktare tersebut memakan anggaran sebesar Rp2,44 miliar.

Lahan itu, lanjut dia, diperuntukkan untuk Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di dua kecamatan di Kabupaten Bintan, yakni Kecamatan Bintan Utara dan Kecamatan Seri Kuala Lobam.

Namun sudah 3 tahun berjalan dari 2018, tidak ada kegiatan di atas lahan tersebut. Hal ini diketahui lantaran status lahan yang bermasalah.

“Sampai saat ini tidak terlihat pembangunan sama sekali, sudah hampir 3 tahun kurang lebih, dan ternyata usut punya usut lahan itu bermasalah, tumpang tindih,” ungkapnya.

DPC LMP Kabupaten Bintan berharap agar Kejari Bintan segera mengungkap kasus ini. “Sebab kalau dibiarkan akan menghambat pembangunan,” sambungnya.

Kepala Kejari Bintan, I Wayan Riana, mengatakan akan menelaah lebih dulu laporan yang dilayangkan oleh DPC LMP Kabupaten Bintan itu.

“Kita telaah dulu,” katanya.

I Wayan menambahkan, dugaan kuat juga terjadi praktik mafia tanah karena terlihat dari kejanggalan tumpang tindih lahan dengan 4 orang pemilik itu.

“Ini akan ditindaklanjuti, apalagi
menyangkut uang negara, harus ditelusuri,” imbuhnya.

Turut hadir mendampingi Rahmadi Sekretaris DPC LMP Bintan Juliansyah, Wakil II Rotal, Bendahara Alimuddin, OKK Bobi, dan anggota Ucok Simanjuntak. (agus)

FANINDO

Honda Capella