Komedian Fico Fachriza Ditangkap Polisi Terkait Narkoba Tembakau Gorilla

73
Fico Fachriza
Komedian Fico Fachriza Ditangkap Polisi Terkait Narkoba Tembakau Gorilla. (Foto: Twitter)

WARTAKEPRI.co.id, JAKARTA – Komedian Fico Fachriza dikabarkan ditangkap polisi karena penyalahgunaan narkoba. Ia ditangkap Kamis malam, 13 Januari 2022.

Dilansir dari CNNIndonesia.com, Fico ditangkap oleh jajaran Ditnarkoba Polda Metro Jaya terkait narkoba jenis sintetis atau Tembakau Gorilla.

“Iya benar (terkait narkoba sintetis atau tembakau gorilla),” kata Wadir Narkoba Polda Metro Jaya AKBP Donny Alexander saat dikonfirmasi, Jumat (14/1/2022).

Belum diketahui berapa banyak Tembakau Gorilla yang disita polisi saat menangkap Fico. Ia saat ini masih menjalani pemeriksaan intensif di kepolisian.

“Masih pemeriksaan,” ujar Donny.

BACA JUGA Komedian Fico Fachriza Ditangkap Polisi Terkait Narkoba Tembakau Gorilla

Dirnarkoba Polda Metro Jaya Kombes Mukti Juharsa mengungkapkan bahwa pihaknya turut menyita barang bukti narkoba saat penangkapan tersebut.

“Ada barang buktinya,” kata Mukti saat dikonfirmasi.

Rencananya, Polda Metro Jaya bakal menggelar konferensi pers terkait kasus penyalahgunaan narkoba yang menjerat Fico sore nanti.

Apa itu Tembakau Gorila

Tembakau Gorilla atau disebut juga Tembakau Super biasanya dicampur dengan tembakau rokok kemudian dilinting seperti menggunakan ganja, kemudian diisap. Dan efek yang ditimbulkan bisa berupa halusinasi, rasa senang berlebihan dan pastinya ketergantungan (adiktif). Bahkan pada beberapa orang yang tidak kuat menahan efeknya, bisa mengalami muntah-muntah hingga black out.

Pendistribusian Tembakau Gorilla ini pun tidak resmi, dan hanya dijual melalui media sosial atau ‘mulut ke mulut’. Harga per batangnya berkisar dua puluh lima ribu rupiah, atau jika ada yang ingin membeli mentahnya bisa berkisar ratusan ribu rupiah per gram-nya. Nama lain dari Tembakau Gorilla ini juga bermacam-macam seperti Hanoman, Natareja, Sun Go Kong dan lainnya, tentunya bertujuan untuk menyamarkannya dari penyelidikan pihak berwenang.

Selama kurang lebih satu tahun, peredaran Tembakau Gorilla ini boleh dikatakan bebas karena belum ada hukum yang mengaturnya.

Namun sejak tanggal 9 Januari lalu, pemerintah melalui Kementerian Kesehatan mengeluarkan peraturan baru yakni Permenkes No. 2 tahun 2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika. Dan Tembakau Gorilla masuk dalam daftar Narkotika Golongan 1, di mana zat-zat yang termasuk dalam Golongan 1 ini hanya boleh digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan teknologi. Dengan demikian, para pengguna atau pengedar Tembakau Gorilla dapat dikenai sanksi pidana sesuai UU Narkotika No. 35 tahun 2009.

Lalu apa yang membuat Tembakau Gorilla ini masuk ke dalam daftar Narkotika sekelas Heroin, Kokain, Opium dan Ganja ini? Berdasarkan hasil penelitian yang dilakukan oleh BNN, Tembakau Gorilla ini nyatanya mengandung ganja sintetis yaitu 5-fluoro ADB. Zat ini tercantum dalam daftar narkotika Golongan 1 nomor 95.

5-fluoro ADB, atau dikenal juga sebagai 5F-MDMB Pinaca, merupakan Cannabinoid sintetik yang digunakan sebagai bahan aktif pembuatan ganja sintetik. Zat ini dianggap berbahaya setelah munculnya 10 kasus kematian di Jepang, di mana para korban mengalami asfiksia (kekurangan oksigen dalam tubuh dan peningkatan akumulasi karbondioksida) akibat menghisap rokok dengan campuran bahan herbal yang mengandung zat baru Cannabinoid sintetik.

Sumber: CNNIndonesia/BNN

# Fico Fachriza

DEWAN PERS WARTAKEPRI

FANINDO

FANINDO

PKP HIMALAYA