Sapa Jurnalis Karimun, Harry: Siapa Yang Menguasai Informasi, Dia Akan Menguasai Dunia

184
Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Harry Goldenhardt memberikan cindera mata kepada salah satu perwakilan anggota Aliansi Jurnalis Independen, saat menggelar acara coffee morning di ruang Rupatama Mapolres Karimun, Jum'at (26/8/2022).(Foto : Aman)

FANINDO

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Hingga saat ini, media masih menjadi kekuatan bagi Humas Polda Kepri.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kabidhumas Polda Kepri Kombes Pol. Harry Goldenhardt saat menggelar acara coffee morning bersama insan media, baik cetak, elektronik maupun online.

“Intinya kita mampu berkomunikasi dengan hati, dari hati ke hati,” ujar Harry,” Jum’at (26/8/2022).

Untuk itu, kata Harry pihaknya akan terus mempererat sinergitas dengan insan pers, dimana pun dan kapan saja.

“Media selalu menjadi mitra bagi Polri dan selalu berkoordinasi dengan aparat penegak hukum yang ada di Polres Karimun,” sebut Harry.

Karena menurutnya, perkembangan teknologi dan informasi saat ini sudah semakin maju dan berkembang.

Harry memberikan contoh, seorang penulis dan Futurolog bernama Alvin Toffer mengatakan bahwa siapa orang yang menguasai informasi, maka akan menguasai dunia.

“Saat ini, kita sedang berada pada peradaban informasi yang ditandai antara lain dengan kemajuan teknologi dan komunikasi,” paparnya.

Siapa yang menguasai informasi maka dia akan menguasai dunia, slogan tersebut kata Harry sudah bukan merupakan jarkon hampa, namun telah menjadi kenyataan.

“Informasi sudah dianggap sebagai “Power” yang diartikan sebagai kekuatan dan kekuasaan,” tandasnya.

Sementara itu pada kesempatan yang sama, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Karimun Riadi mengapresiasi dengan pelaksanaan kegiatan coffee morning yang digelar oleh Polres Karimun.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini, sebagai bentuk sinergitas antara Polres bersama media dalam berbagai hal pemberitaan,” kata Riadi.

Untuk itu dirinya mengingatkan kepada seluruh redaktur maupun pimpinan media, agar selalu mengarahkan kepada para wartawanya, agar berita-berita yang disajikan harus berimbang.

“Narasumber harus jelas, dua sisi harus berimbang,” pintanya.

Karena sebagai seorang penulis (wartawan) profesional, kata bapak dua orang putra ini harus memiliki kelengkapan dan keahlian khusus.

“Berbakat, memiliki wawasan yang luas (berwawasan), terdidik dan terlatih, karakter pribadi dan kemampuan teknis, dan tentunya sudah mengikuti Uji Kompetensi Jurnalis atau UKW,” paparnya.(Aman)

Honda Capella