WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Komunitas Persatuan Layang-layang Indonesia (Pelangi) Kota Tanjungpinang, akan turut serta berpartisipasi dan berkontribusi pada perhelatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia tahun 2023.
Pelaksanaan kegiatan yang akan dipusatkan di pesisir pantai Kampung Ambat Jaya, Desa Pangke Barat, Kecamatan Meral Barat Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau tersebut akan diselenggarakan pada Senin (5/6/2023)
Langit pantai Kampung Ambat Jaya akan dihiasi dengan pelbagai macam jenis layangan, mulai dari tiga dimensi, tradisional, train atau naga dan rokaku.

Ketua Komunitas Persatuan Layang-layang Indonesia (Pelangi) Kota Tanjungpinang, Rakhmat Prawija menyebut, kegiatan ini untuk melestarikan permainan tradisional, khususnya layang-layang yang ada di Tanjungbalai Karimun.
“Lestarikan permainan tradisional, Pelangi Kota Tanjungpinang turut andil dan berpartisipasi pada pelaksanaan kegiatan World Environment Day 2023, berkolaborasi dengan Akar Bhumi Indonesia dan juga FPKL,” ungkapnya, Sabtu (3/6/3023).
Karena menurutnya, permainan tradisional layang-layang selain memberikan hiburan dan merupakan hobi, juga mampu memberikan kegiatan positif bagi generasi muda.
“Agar tidak salah pergaulan serta mampu menyalurkan hobi. Layang-layang pun sudah menjadi salah satu cabang Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (FORMI),” ucap Rakhmat.
Untuk itu, kata Rakhmat para pecinta layang-layang ini sebagai upaya untuk memperkuat dan mempertahankan kebudayaan, seiring derasnya arus teknologi dan informasi yang ada saat ini, sangat mempengaruhi gaya hidup masyarakat kita, terlebih para kawula muda.

“Dalam merawat dan memperkenalkan budaya asli daerah (lokal) kepada para generasi muda,” pungkasnya.
Sementara itu pada kesempatan yang sama, salah seorang peserta komunitas layang-layang asal negeri jiran Malaysia,
Datok Norman mengapresiasi sekaligus merasa senang dapat berkolaborasi pada momentum pelaksanaan kegiatan WED 2023.
“Sangat senang dan mendukung penuh kegiatan World Environment Day 2023,
diharap mampu mendorong munculnya kreativitas serta inovasi baru,” tutur Norman.
Tidak hanya itu saja, kegiatan tersebut menurutnya sebagai wadah, para pelayang untuk menjalin tali silaturahmi dan kebersamaan serta rasa persaudaraan di antara generasi muda penggemar layangan khususnya yang ada di Kepulauan Riau.
“Hendaknya dipupuk dengan terus mengembangkan kreativitas dan inovasi dalam bentuk hasil karya,” sebut pria kelahiran Salem, Kuala Lumpur Malaysia ini.
Sehingga dengan pelaksanaan kegiatan tersebut, ia pun mengharapkan agar para penggemar layang-layang mampu memaknai, kepedulian terhadap lingkungan.

“Mampu mengendalikan diri dalam setiap tindakan sehingga akan muncul sifat tenggang rasa, kekompakan, gotongroyong dan saling menghormati,” tandasnya.(Aman)






























