NATUNA – Polres Natuna terus berupaya menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan nyaman bagi seluruh warga. Salah satu upaya yang dilakukan adalah dengan memperkuat kemitraan antara polisi dan masyarakat.
Melalui Operasi Patuh Seligi, petugas tidak hanya melakukan penindakan terhadap pelanggar lalu lintas, tetapi juga mengajak masyarakat untuk berperan aktif dalam menjaga ketertiban di jalan.
“Kami berharap masyarakat tidak hanya menjadi objek dari razia, tetapi juga menjadi subjek dalam menciptakan lalu lintas yang lebih baik,” ungkap Kapolres Natuna, AKBP Nanang Budi Santosa, melalui Kasatlantas Polres Natuna, AKP Sopan.
Dalam Ops Patuh Seligi ini masih saja dtemukan pelanggaran baik untuk pengendara roda dua maupun roda empat, pihaknya selalu menemukan adanya pelanggaran.
“Walaupun sudah sering razia, tapi masih banyak pelanggaran. Minimal dalam setiap razia ada saja pelanggaran, sehingga kita lakukan penertiban,” ujarnya.
Dalam penindakan, Satlantas tidak selalu melakukan penilangan, namun juga memberikan teguran secara tertulis dan edukasi kepada pengendara.
“Saya menghimbau kepada masyarakat Natuna agar mematuhi peraturan berlalu lintas untuk keselamatan kita bersama, agar tidak terjadi kecelakaan di jalan raya,” tutup AKP Sopan.
Operasi Patuh Seligi tidak hanya tentang penindakan. Di balik razia, tersimpan kisah-kisah inspiratif yang menunjukkan bahwa kesadaran masyarakat akan keselamatan lalu lintas terus meningkat.
Salah seorang pengendara, Ibu Nani, mengaku senang dengan sikap petugas. “Saya tadi lupa pakai helm. Tapi pak polisi tidak marah, malah kasih tahu kenapa pakai helm itu penting. Saya jadi lebih paham,” ungkapnya.
Seperti kisah Pak Ijal, seorang pengendara yang kerap kali terjaring razia karena lupa membawa SIM. Namun, setelah berulang kali diberi teguran dan edukasi oleh petugas, Pak Ijal kini menjadi lebih disiplin. Bahkan, ia aktif mengajak teman-temannya untuk tertib berlalu lintas.
“Dulu saya sering meremehkan aturan lalu lintas. Tapi setelah sering kena tilang dan diajak ngobrol sama polisi, saya jadi sadar betapa pentingnya keselamatan,” ujar Pak Ijal.
Operasi patuh seligi tahun 2024 berlangsung selama 14 hari, terhitung mulai 15 Juli sampai dengan 28 Juli 2024 mendatang. Operasi dengan target masyarakat yang tidak mematuhi peraturan lalu lintas dan lokasi rawan pelanggaran dan kecelakaan lalu lintas.
(Rky)





























