Home Berita Utama Mahasiswa KKN UGM Tampi di Festival Budaya Melayu 2025 Tanjungpinang

Mahasiswa KKN UGM Tampi di Festival Budaya Melayu 2025 Tanjungpinang

Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang
FESTIVAL MELAYU - Sejumlah Mahasiswa KKN-PPM dari Universitas Gadjah Mada (UGM) ikut tampil di Festival Budaya Melayu di Kota Tanjungpinang, 4 Agustus 2025. Foto Pemko Tanjungpinang
Banner DPRD Batam 2026

WhasApp

WARTAKEPRI.co.id, TANJUNGPINANG – Mahasiswa KKN-PPM Universitas Gadjah Mada (UGM) berkolaborasi bersama Pemerintah Kota Tanjungpinang menggelar Festival Budaya Melayu 2025 bertema “Satu Melayu, Ragam Pesona Warisan”.

Wali Kota Tanjungpinang, H. Lis Darmansyah, SH, Wakil Wali Kota, jajaran Forkopimda, Perangkat Daerah dan masyarakat, hadir menyaksikan pertunjukan kesenian melayu, yang diselenggarakan di Pelataran Tugu Sirih, Minggu (3/8/2025) malam.

Budaya Melayu adalah pusaka hidup yang harus terus dijaga, bukan hanya sebagai warisan, tetapi juga pedoman dalam kehidupan. Wali Kota Lis Darmansyah menegaskan bahwa Tanjungpinang adalah mata air budaya dan bahasa Melayu, yang menjadi akar bahasa persatuan Indonesia.

Melalui kolaborasi bersama KKN UGM, pelestarian budaya terus diperkuat sebagai bagian dari visi pembangunan berlandaskan nilai dan jati diri.

Selama 52 hari, mahasiswa KKN UGM menggelar berbagai program edukasi, pelatihan, hingga festival budaya yang menampilkan seni tradisional seperti gurindam, tari Melayu, dan joget dangkong.

Kehadiran generasi muda ini disambut antusias masyarakat, memperlihatkan bahwa budaya bisa tetap hidup dan dirayakan bersama.

Sementara itu, Dosen Pembimbing Lapangan KKN PPM UGM, Ashar Saputra, mengungkapkan rasa syukur atas dukungan dari Pemerintah dan masyarakat selama pelaksanaan KKN.

“Sebuah kehormatan bagi Tim KKN UGM dapat berada di tengah masyarakat Kota Tanjungpinang yang sangat ramah dan terbuka. KKN UGM bertujuan menyapa Indonesia, belajar berinteraksi, dan berusaha bersinergi sedapat mungkin untuk mempercepat pembangunan. Kita berada di bulan kemerdekaan, dan akar bahasa persatuan kita Bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu. Lingua franca itu bersumber dari Tanjungpinang, tepatnya Penyengat. Maka kami hadir untuk menjaga dan memperkuat mata air bahasa dan budaya ini,” ujarnya.

Sejumlah penampilan budaya mewarnai malam puncak, mulai dari pencak silat, gurindam, tari Melayu Nona Singapura, celoteh budak Melayu, stand up comedy, hingga ditutup dengan joget dangkong yang melibatkan semua yang hadir menyaksikan.

Juga pengumuman pemenang lomba fashion show dan lomba tarkam yang sebelumnya telah dilaksanakan oleh mahasiswa KKN dan melibatkan masyarakat sekitar.

Semua yang hadir, termasuk para mahasiswa, tampil dengan busana kurung Melayu yang mempertegas nuansa ke-Melayu-an dalam suasana penuh kebersamaan. Antusiasme masyarakat pun luar biasa, mereka merasa terhibur dan bangga dengan hadirnya generasi muda yang peduli terhadap budaya.(*)

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026