
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Para tenaga honorer non-database Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan kode R4, mengajukan surat permohonan audiensi kepada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia BKPSDM Karimun.
Mereka berharap dapat menyampaikan aspirasi dan keresahan terkait status mereka yang belum terdata di database BKN.
Sehingga berdampak pada peluang pengangkatan sebagai Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK)
“Para honorer non data base (R4) yang tergabung dalam aliansi honorer yang tidak lulus seleksi Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (P3K) tahap 2 tahun 2024,” ujar Ketua Aliansi Honorer Non Database BKN (R4), Hardiansyah di Kantor BKPSDM Karimun, Rabu, 6 Agustus 2025.
“Selain itu para honorer yang masa kerjanya sudah lebih 2 tahun dan gagal saat seleksi CPNS tahun 2024,” tambah Hardiansyah.
Ia menyebut, setidaknya terdapat 160 orang yang saat ini tergabung dalam aliansi.
“Tergabung dalam aliansi ini ada yang bertugas di sekolahan sebagai guru dan staff TU, RSUD, kelurahan, kecamatan dan instansi lain di seluruh Kabupaten Karimun,” ungkap Hardiansyah.
Tujuan bersama rekan-rekannya meminta audiensi dengan BPKSDM Karimun, kata Hardiansyah adalah untuk memperjuangkan nasib mereka kedepannya.
“Terhitung sejak bulan Juli 2025, kami sudah tidak menerima insentif lagi. Oleh karenanya, kami meminta dari BPKSDM Karimun terkait pengangkatan P3K Paruh Waktu sesuai dengan KepmenPANRB nomor 347 tahun 2024,” pungkasnya.
Hardiansyah berharap, ada solusi teknis terkait perekrutan P3K Paruh Waktu, bagi para honorer R4 tersebut, sehingga bisa tetap bekerja.
Sementara itu, Kepala BKPSDM Karimun Sudarmadi, melalui Sekretaris Donnal Arikusumodinata menyebut, pihaknya sudah menerima surat audiensi tersebut.
“Suratnya sudah kami terima dan tinggal kami atur jadwal untuk kegiatan audiensi tersebut” ujarnya singkat.(Junizar)





























