NATUNA – Kabupaten Natuna menyemarakkan peringatan Hari Kemerdekaan Republik Indonesia ke-80 dengan gelaran Pawai Budaya yang spektakuler. Sekretaris Daerah Natuna, H. Boy Wijanarko, secara resmi melepas ribuan peserta pawai yang diikuti oleh 7.000 warga dari berbagai elemen masyarakat. Kegiatan berlangsung aman dan penuh khidmat, mencerminkan semangat persatuan di wilayah terdepan Indonesia.

Sejak sabtu pagi, (16/8/2025) jalan protokol Datuk Kaya Wan Muhammad Benteng dipadati peserta yang mengenakan pakaian adat nusantara, kostum kreatif bertema kemerdekaan, serta atribut khas daerah. Sorak-sorai dan tepuk tangan ribuan penonton memenuhi sepanjang rute menuju Globe Pantai Piwang, menandakan antusiasme warga Natuna dalam merayakan kemerdekaan.
Bupati Natuna, Ibu Cen Sui Lan, beserta Wakil Bupati Jarmin, turut hadir memimpin apel kebangsaan. Tak ketinggalan, unsur Forkopimda, DPRD, OPD, hingga perwakilan komunitas budaya turut memeriahkan acara.
Pawai budaya ini menampilkan keanekaragaman budaya Indonesia, dengan peserta dari, Lembaga Adat Melayu (LAM) Natuna, Drumband pelajar (SMPN 2, SMAN 1, MAN 1 Natuna), komunitas budaya (Reog Ponorogo, Paguyuban Pasundan, HKMS, IKBB, dll.)
Organisasi kepemudaan (Karang Taruna, KNPI, Pemuda Pancasila) Instansi TNI-Polri (Alutsista Denhanud 477 Kopasgat, Yon Komposit 1 Gardapati).
Sekda Natuna, H. Boy Wijanarko, menegaskan bahwa pawai ini bukan sekadar seremonial, melainkan penguatan identitas bangsa di daerah perbatasan. “Natuna adalah garda terdepan Indonesia. Melalui budaya, kita rawat persatuan dan cinta tanah air,” ujarnya.

Kegiatan ditutup pukul 10.10 WIB dengan pembacaan doa oleh H. Nasoha, S.Ag, mengukuhkan Natuna sebagai contoh harmonisasi budaya dan nasionalisme.
(Rky)






























