Pasar Sri Karimun Lapuk Dimakan Usia

Mati suri di jantung kota pasar Sri Karimun, Kepulauan Riau mengkhawatirkan, pemkab terkesan abaikan.(Foto: Junizar)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pasar Sri Karimun, Kepulauan Riau, jantung ekonomi warga Kelurahan Tanjungbalai Kota, Kecamatan Karimun, kini dalam kondisi nahas dan mengkhawatirkan.

Bangunan bersejarah ini tak hanya tampak kusam, tapi sudah sangatlah keropos dan diambang keruntuhan.

Ancaman nyata dan bahaya selalu mengintai bagi para pedagang dan pembeli, setiap detik masyarakat Bumi Berazam yang berbelanja di sana, sedang mempertaruhkan nyawa.

Harris Nagoya

Salah satu tiang utama penyangga bangunan telah patah, menyebabkan lantai dan atap turun parah.

Kepala Bidang Perdagangan, Diskopdag, Usaha Mikro dan ESDM, Suhaimi Simbolon, membenarkan temuan ini setelah pengecekan.

“Kerusakan meliputi atap, tembok, hingga lantai,” ujar Suhaimi, Sabtu, 29 November 2025.

Meski atap sudah coba diperbaiki oleh Perumda Bumi Berazam Jaya agar tidak bocor, ia menyebut kerusakan struktural inti tetap menjadi prioritas utama untuk segera direnovasi.

“Kondisi bangunan Pasar Sri Karimun saat ini memang sudah rusak lumayan parah, tiang penyangga bangunannya patah 1 buah sehingga lantai dan atapnya ikut turun parah dan perlu secepatnya di perbaiki,” ungkap Suhaimi.

Aksi cekatan Perumda hanya sebatas menambal kebocoran, tapi solusi total memerlukan perhatian serius dari Pemerintah Daerah Kabupaten Karimun.

“Secara hitungan kasar, dibutuhkan dana fantastis, sekitar Rp 8 miliar, hanya untuk rehabilitasi total bangunan,” beber Suhaimi.

Suhaimi sendiri telah melaporkan kondisi ini ke atasannya, untuk selanjutnya dilakukan perbaikan.

“Kami sudah menyampaikan hal ini kepada pimpinan dan akan segera ditindaklanjuti,” tandasnya.(Junizar)

BP BATAM Google News WartaKepri DPRD BATAM 2025