
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Warga Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun digemparkan oleh peristiwa tragis yang merenggut nyawa seorang remaja laki-laki, Jum’at, 16 Januari 2026.
Seorang pemuda Delvin Andrean Pratama (18), ditemukan dalam kondisi tergantung di ruang tamu rumahnya di Jalan Lubuk RT 001 RW 001, Desa Lubuk, Kecamatan Kundur, Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau.
Peristiwa memilukan itu pertama kali diketahui sekitar pukul 06:15 WIB, saat ibu korban, Santi, hendak membangunkan anaknya. Namun betapa terkejutnya sang ibu ketika mendapati putranya sudah tidak bernyawa dengan tali melilit di leher.
Sontak, teriakan histeris sang ibu membangunkan ayah korban, Roni, yang langsung berlari ke dapur mengambil pisau untuk memotong tali gantungan.
Aksi tersebut dibantu oleh dua adik korban. Sayangnya, nyawa Delvin tak dapat diselamatkan.
Kejadian tersebut segera dilaporkan ke perangkat desa dan diteruskan ke pihak kepolisian. Personel Polsek Kundur tiba di lokasi sekitar pukul 07.00 WIB dan langsung melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP).
Tak lama berselang, tim medis bersama ambulans datang ke lokasi untuk mengevakuasi korban. Jenazah kemudian dibawa ke RSUD Tanjung Batu guna dilakukan pemeriksaan medis.
Berdasarkan hasil visum et repertum yang dilakukan oleh dr. Wahyu Ramanda, korban diperkirakan telah meninggal dunia sekitar empat jam sebelum ditemukan.
Tim medis memastikan tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban, selain bekas jeratan di leher serta lebam mayat yang menguatkan dugaan korban meninggal akibat gantung diri.
Dari lokasi kejadian, polisi mengamankan sejumlah barang bukti berupa seutas tali dan sebuah kursi yang diduga digunakan korban.
Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga sekitar. Hingga saat ini, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman dengan mengumpulkan keterangan dari keluarga, teman dekat korban serta sejumlah saksi lainnya guna mengungkap latar belakang peristiwa tragis tersebut.
Kapolsek Kundur, AKP Septimaris, membenarkan peristiwa tersebut dan menyebutkan bahwa korban masih beraktivitas normal bersama teman-temannya pada malam sebelum kejadian.
“Korban diketahui sempat berkumpul bersama rekan-rekannya pada malam hari dan tidak menunjukkan tanda-tanda adanya masalah yang menonjol. Setelah itu korban pulang ke rumah dan beristirahat,” ujar Kapolsek.
Menanggapi kabar yang beredar di masyarakat terkait dugaan adanya persoalan asmara, Kapolsek menegaskan bahwa informasi tersebut masih sebatas asumsi dan belum dapat dipastikan kebenarannya.
“Kami masih mengumpulkan fakta dan keterangan. Dugaan adanya masalah pribadi belum bisa disimpulkan karena proses penyelidikan masih berjalan,” tegasnya.
Pihak kepolisian mengimbau masyarakat agar tidak berspekulasi dan menyerahkan sepenuhnya proses penanganan kasus ini kepada aparat penegak hukum.
Peristiwa tersebut kata Kapolsek, kembali menjadi pengingat pentingnya kepedulian terhadap kondisi psikologis remaja dan lingkungan sosial sekitar, meskipun seseorang terlihat baik-baik saja di luar.
“Peristiwa ini menjadi pengingat pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental, terutama pada usia remaja. Masyarakat diimbau lebih peka terhadap perubahan perilaku anggota keluarga dan lingkungan sekitar,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis Maulana
@wartakepri Terimakasih Wakil Gubernur Kepri Nyanyang Haris Pratamura partisipasi di Ulang Tahun ke 10 Media WartaKepri.co.id , ( 22 Desember 2015 - 22 Desember 2025) #hbd❤️ #wartakepritv #kepri #batam #wartakepri.co.id ♬ Happy Birthday to You acoustic guitar - C_O

























