Home Karimun Dilarang Badan Gizi Nasional, SPPG di Karimun Diduga Nekat Sajikan Produk UPF...

Dilarang Badan Gizi Nasional, SPPG di Karimun Diduga Nekat Sajikan Produk UPF ke Siswa

SPPG di Karimun Diduga Nekat Sajikan Produk UPF ke Siswa
SPPG di Karimun Diduga Nekat Sajikan Produk UPF ke Siswa
PANBIL IMLEK

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Kebijakan tegas dari Badan Gizi Nasional (BGN) terkait larangan penggunaan produk pabrikan atau Ultra Processed Food (UPF) dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) tampaknya belum sepenuhnya dipatuhi di daerah.

Di Kabupaten Karimun, sejumlah dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) diduga masih menyajikan makanan berbahan produk pabrikan seperti biskuit kemasan dalam menu MBG selama bulan Ramadan.

Padahal, BGN secara jelas melarang penggunaan roti pabrikan, biskuit, nugget, sosis dan produk UPF lainnya karena dinilai berpotensi mengandung bahan aditif seperti pengawet, pewarna dan perasa buatan yang dapat menurunkan kualitas gizi serta berdampak kurang baik bagi kesehatan anak.

WhasApp

Kekecewaan disampaikan oleh Mansah, wali murid kelas 2 di SD Negeri 003 Karimun. Ia menilai menu MBG yang diterima anaknya selama Ramadan tidak sesuai dengan nilai anggaran yang telah ditetapkan.

“Anak saya hanya dikasih satu biskuit marie pabrikan, satu telur rebus, satu apel dan satu susu kotak kecil. Setahu saya untuk PAUD sampai kelas 3 SD diberikan langsung untuk tiga hari. Kok seperti ini sajian MBG selama Ramadan,” ujarnya kesal, Selasa (24/2/2026).

Menurutnya, dengan anggaran Rp8 ribu per hari untuk porsi kecil atau Rp24 ribu untuk tiga hari, menu yang diberikan dinilai tidak sebanding.

BACA JUGA Menu MBG Ramadan: Makanan Kering Sehat, SPPG Karimun Gandeng UMKM Lokal

“Kalau dihitung-hitung, nilainya tidak sampai segitu. Kami minta pihak berwenang mengecek dan memberi teguran tegas kepada SPPG tersebut,” tegasnya.

Sebelumnya, selama Ramadan, BGN menyarankan agar SPPG memprioritaskan produk olahan UMKM lokal guna memastikan kualitas gizi tetap terjaga sekaligus mendukung perekonomian masyarakat setempat.

Namun, dugaan masih digunakannya produk UPF di Karimun memicu pertanyaan publik, apakah pengawasan terhadap pelaksanaan MBG sudah berjalan maksimal.

Hingga berita ini diterbitkan, Koordinator Wilayah BGN Karimun maupun Satgas MBG setempat belum memberikan keterangan resmi.

Isu ini pun mulai menjadi perbincangan hangat di kalangan orang tua murid dan masyarakat, yang berharap program MBG benar-benar menghadirkan makanan sehat, bergizi dan sesuai standar, bukan sekadar formalitas penyaluran anggaran.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026 Imsyakiyah Batam HPN 2026