WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Karimun resmi berjalan perdana di bulan Ramadan 2026 dengan inovasi menu baru berupa makanan kering sehat, menyesuaikan pola konsumsi selama bulan puasa. Kebijakan ini mengacu pada Petunjuk Teknis (Juknis) terbaru dari Badan Gizi Nasional (BGN) yang menetapkan sistem distribusi berbeda selama Ramadan dan pihak SPPG Karimun gandeng UMKM Lokal.
Koordinator Wilayah BGN Karimun, Anas Fitrawanda, menjelaskan menu khusus Ramadan terdiri atas telur, tahu, tempe, aneka buah, abon, roti, serta kurma (opsional) dan susu sebagai pelengkap gizi.
“Menu ini disesuaikan dengan kebutuhan selama Ramadan. Untuk siswa PAUD hingga kelas 3 SD yang sedang libur, makanan diberikan sekaligus untuk tiga hari. Sementara siswa kelas 4 SD hingga SMA tetap menerima setiap hari,” ujar Anas, Senin (23/2/2026).
Meski ada penyesuaian menu, anggaran per porsi tetap sama: Rp8 ribu untuk PAUD–kelas 3 SD, dan Rp10 ribu untuk kelas 4 SD–SMA.
Gandeng UMKM Lokal
Program MBG Ramadan juga memberi dampak ekonomi positif bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Karimun. Salah satunya melalui kerja sama dengan Satuan Pelayanan dan Pemenuhan Gizi (SPPG) Bukit Senang Terdepan (BST) di Kundur Barat.
Pemilik SPPG BST Kuba, Satriadi, menyebut pihaknya bermitra dengan lebih dari tujuh pelaku kuliner lokal untuk penyediaan makanan kering sehat.
“Kami bekerja sama dengan UMKM seperti Intan Payong (keripik ubi jalar), Natla Family (kue kering keju), Hana Karmila (kue tradisional Melayu), dan Chans Cookies (aneka kue kering),” jelas Satriadi.
Ia menegaskan, tujuan utama MBG tidak hanya memenuhi gizi anak sekolah, tetapi juga memberdayakan petani dan pelaku UMKM lokal.
Saat ini, SPPG BST Kuba melayani 3.549 siswa penerima manfaat dari 19 sekolah, dengan menu yang telah diverifikasi oleh ahli gizi dan sesuai standar pemerintah.
“Kami menjaga amanah ini dengan memastikan kualitas dan kuantitas sesuai ketentuan. Orang tua penerima manfaat pun kami persilakan untuk melakukan pengecekan langsung,” tegas Satriadi.
Gizi Anak Terpenuhi, Ekonomi Daerah Bergerak
Program MBG Ramadan diharapkan menjadi sinergi antara pemenuhan gizi anak dan penguatan ekonomi lokal. Dengan menggandeng UMKM serta petani setempat, roda ekonomi daerah tetap berputar di tengah suasana bulan suci.
“Kolaborasi antara pemerintah, penyedia layanan gizi, dan pelaku usaha lokal diharapkan mampu meningkatkan kualitas gizi generasi muda sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat Bumi Berazam,” tutup Satriadi.
Penulis: Junizar
Editor: Azis

































