
WARTAKEPRI.co.id KARIMUN – Kondisi memprihatinkan terjadi di Blok D Pasar Puan Maimun. Sebanyak 90 lapak dibiarkan kosong, membuat Perumda Bumi Berazam Jaya (BBJ) harus menelan kerugian setiap hari.
Tak main-main, potensi pendapatan yang hilang mencapai Rp450 ribu per hari, atau setara belasan juta rupiah per bulan.
Direktur Perumda BBJ, M. Mahsun, mengungkapkan, kondisi ini sudah berlangsung cukup lama dan menjadi perhatian serius.
“Saat ini ada 90 lapak kosong. Satu lapak kering sewanya Rp5.000 per hari. Kalau dikalikan, itu Rp450 ribu yang hilang setiap hari,” ujarn Mahsun, Kamis (16/4/2026).
Ironisnya, kata Mahsun, tarif sewa yang ditawarkan tergolong sangat terjangkau. Untuk lapak kering, pedagang hanya perlu membayar Rp5.000 per hari, sementara lapak basah dipatok Rp15.000 per hari.
“Namun harga murah belum cukup menarik minat pedagang untuk mengisi lapak yang tersedia,” katanya.
Perumda BBJ bahkan sudah menyiapkan langkah dengan memindahkan aktivitas pasar sore ke Blok D.
Tujuannya bukan hanya meningkatkan kenyamanan pembeli, tapi juga mendorong peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).
“Lapak sudah dibangun sejak lama. Kalau terus kosong, tentu merugikan. Kami harap pedagang bisa mendukung agar PAD kita ikut meningkat,” ungkap Mahsun.
Perumda menurut Mahsun juga telah menambah sejumlah lapak baru khusus untuk pedagang basah.
“Meski tarifnya sedikit lebih tinggi, hal itu disebut sebagai bagian dari biaya pembangunan yang dihitung secara bertahap,” pungkasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























