
KARIMUN, WARTAKEPRI.co.id – Pemandangan berbeda terlihat dalam aksi penolakan rencana tambang pasir darat yang digelar puluhan warga Kelurahan Sawang, Kecamatan Kundur Barat, Kamis (4/6/2026).
Di tengah terik matahari dan lantangnya suara orasi yang disampaikan massa aksi, petugas pengamanan dari Polres Karimun justru membagikan minuman gratis kepada para pendemo.
Momen tersebut menjadi warna tersendiri dalam aksi yang berlangsung di bawah cuaca panas.
Pengamanan aksi dipimpin Kabag Ops Polres Karimun AKP Andri Yusri bersama 79 personel gabungan.
Kapolres Karimun AKBP Yunita Stevani, menyebut, petugas memastikan jalannya aksi tetap aman dan kondusif, sembari menunjukkan pendekatan humanis kepada masyarakat.
“Polres Karimun berkomitmen memberikan pengamanan secara profesional, humanis dan sesuai prosedur,” ujar Kapolres.
“Kami menghormati hak masyarakat dalam menyampaikan aspirasi serta memastikan kegiatan berlangsung tertib, aman serta kondusif,” tambah AKBP Yunita Stevani.
Selain memberikan pengamanan, personel kepolisian juga tampak berbaur dengan massa untuk membagikan minuman sebagai bentuk kepedulian kepada peserta aksi yang telah berjam-jam menyampaikan aspirasi di bawah terik matahari.
Kapolres juga mengapresiasi masyarakat yang tetap menjaga ketertiban selama aksi berlangsung.
“Kami dari pihak kepolisian mengapresiasi masyarakat yang tetap menjaga ketertiban selama aksi berlangsung,” katanya.
Dalam unjuk rasa tersebut, salah seorang warga yang enggan disebutkan identitasnya menyampaikan sejumlah keberatan terhadap rencana aktivitas tambang pasir darat di wilayah Sawang dan Pulau Kundur.
Mereka menilai aktivitas pertambangan berpotensi bertentangan dengan kondisi topografi daerah, mengganggu kawasan pertanian, mempengaruhi sumber mata air, hingga berdampak terhadap fasilitas publik dan permukiman warga.
“Masyarakat meminta Pemerintah Daerah dan DPRD Kabupaten Karimun tetap mempertahankan Peraturan Daerah Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nomor 3 Tahun 2021 yang berlaku hingga tahun 2041,” kata warga tersebut.
Meski diwarnai penolakan terhadap rencana tambang, aksi berlangsung tertib.
Di balik perbedaan pandangan yang disuarakan melalui demonstrasi, momen pembagian minuman oleh aparat menjadi gambaran bahwa dialog dan penyampaian aspirasi tetap dapat berjalan dalam suasana yang aman, damai dan saling menghormati.
Penulis: Junizar
Editor: Azis




























