Home Karimun Tingkatkan Konektivitas, Pemkab Karimun Kucurkan Rp9,5 Miliar untuk Jembatan Sanur

Tingkatkan Konektivitas, Pemkab Karimun Kucurkan Rp9,5 Miliar untuk Jembatan Sanur

Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pekerjaan Umum
Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai membangun akses jalan yang menghubungkan Jembatan Sanur Coastal Area dengan Bandara Raja Haji Abdullah (RHA). Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp9,5 miliar dan dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.(Foto: Junizar)

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Pemerintah Kabupaten Karimun melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) mulai membangun akses jalan yang menghubungkan Jembatan Sanur Coastal Area dengan Bandara Raja Haji Abdullah (RHA).

Proyek tersebut menelan anggaran sebesar Rp9,5 miliar dan dirancang sebagai bagian dari upaya memperkuat konektivitas antarwilayah sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

Kepala Dinas PUPR Karimun, Raja Machrizal, menjelaskan, jalan sepanjang 1.375 meter itu bukan sekadar pembangunan infrastruktur, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk membuka akses menuju berbagai kawasan yang memiliki potensi ekonomi.

Menurutnya, akses jalan yang baik akan mempermudah mobilitas masyarakat, mendukung pengembangan kawasan pesisir, membuka peluang usaha baru, serta meningkatkan daya tarik investasi di Kabupaten Karimun.

“Pembangunan ini merupakan strategi pemerintah daerah dalam membangun konektivitas antarwilayah. Jalan Coastal Area memiliki posisi yang sangat strategis dan diproyeksikan menjadi salah satu pusat pergerakan ekonomi Karimun di masa depan,” ujar Machrizal, Minggu (19/7/2026).

Selain mendukung akses menuju Bandara Raja Haji Abdullah, Machrizal menyebut, keberadaan jalan tersebut juga diharapkan dapat mempercepat pengembangan kawasan Kampung Nelayan, sentra wisata kuliner, hingga kawasan perdagangan dan jasa.

“Jalan baru ini diproyeksikan menjadi urat nadi yang menghidupkan Kampung Nelayan, memoles sentra kuliner, sekaligus menggairahkan pusat perdagangan dan jasa setempat,” katanya.

“Proyek pembangunan akses Jalan Jembatan Sanur Coastal Area ditargetkan selesai dalam waktu 150 hari kerja. Pada tahap awal, pekerjaan difokuskan pada pengaspalan sepanjang 336 meter sebelum dilanjutkan ke tahapan berikutnya,” tambah Machrizal.

Sementara itu, Bupati Karimun Iskandarsyah menilai, pembangunan akses jalan tersebut akan menjadi gerbang baru pertumbuhan ekonomi, khususnya di Kecamatan Tebing.

“Pemerintah daerah telah menyiapkan berbagai rencana pengembangan kawasan, termasuk pembangunan destinasi wisata kuliner yang diharapkan mampu menarik wisatawan sekaligus meningkatkan pendapatan pelaku UMKM,” ucap Bupati.

Di sisi lain, Karimun juga tengah dipersiapkan sebagai salah satu kawasan strategis nasional melalui sejumlah rencana investasi besar, pengembangan kawasan perdagangan bebas (Free Trade Zone), kerja sama dengan PT Timah, hingga pembangunan fasilitas penyimpanan minyak sebagai bagian dari program ketahanan energi nasional.

“Peningkatan infrastruktur menjadi salah satu syarat penting agar berbagai rencana investasi tersebut dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat berupa terbukanya lapangan pekerjaan bagi masyarakat,” terang Bupati.

Bupati juga mengajak masyarakat untuk ikut mengawasi pelaksanaan proyek agar berjalan sesuai ketentuan serta memberikan manfaat yang sebesar-besarnya bagi warga sekitar.

“Dengan hadirnya infrastruktur yang lebih baik, pemerintah berharap konektivitas antarwilayah semakin lancar, biaya transportasi dapat ditekan, serta peluang investasi dan pertumbuhan ekonomi Kabupaten Karimun terus meningkat,” tandasnya.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

 

Google News WartaKepri

WhasApp

Banner DPRD Batam 2026