Home Karimun Kado Beras untuk Karimun, Sisi Bersahaja Iskandarsyah di Usia 54 Tahun

Kado Beras untuk Karimun, Sisi Bersahaja Iskandarsyah di Usia 54 Tahun

Tepat di hari jadinya yang ke-54 pada 19 Juli 2026, Bupati Karimun Ing H. Iskandarsyah
Tepat di hari jadinya yang ke-54 pada 19 Juli 2026, Bupati Karimun Ing H. Iskandarsyah memilih arah yang berbeda. Alih-alih merayakan hari lahirnya dengan tumpukan kue tart, hadiah eksklusif, atau barisan papan bunga di sepanjang jalan protokol Bumi Berazam, pria asal Moro ini memilih menolak segala kemewahan tersebut. Baginya, momen bertambahnya usia adalah waktu untuk merunduk dan memperluas kepedulian sosial.(Foto: Istimewa)
Banner DPRD Batam 2026

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Atmosfer di Jembatan Sanur, Coastal Area, Tanjungbalai Karimun terasa berbeda.

Kalender menunjukkan angka 19 Juli, menandai hari lahir orang nomor satu di Bumi Berazam. Pria yang lahir di Moro, Karimun, 1972 itu kini genap berusia 54 tahun.

Namun, jika membayangkan tempat yang dipenuhi gunungan kue tart, barisan papan bunga mewah di sepanjang pagar jalan, atau bingkisan hadiah eksklusif dari para pejabat, tentunya keliru.

Tahun 2026 ini, Bupati Karimun Ing H. Iskandarsyah memilih jalan yang sunyi dari kemewahan, namun riuh dengan kepedulian.

Sejak jauh-jauh hari, lulusan Hogeschool Rotterdam Belanda ini telah melayangkan sebuah permohonan yang tak biasa kepada seluruh jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), para pejabat, hingga lingkaran terdekatnya.

Ia meminta agar segala bentuk hadiah ulang tahun untuknya dialihkan menjadi bantuan konkret, berupa beras dan sembako untuk warga yang membutuhkan.

Langkah ini diambil Iskandarsyah bukan karena ia menutup mata dari perhatian orang-orang di sekitarnya. Sebaliknya, ini merupakan keputusan yang lahir dari kepekaan seorang pemimpin yang tahu betul kondisi riil masyarakatnya.

“Ini memang agak privat, saya menghargai niat baik semua orang. Saya yakin semua pemberian itu adalah bentuk apresiasi,” ujar Iskandarsyah, Minggu (19/7/2026).

“Tapi saya ingin mengubah skemanya, mungkin masih banyak yang butuh bantuan sembako, jadi mari kita ubah saja dengan beras atau sembako untuk mereka,” tambah Iskandarsyah.

Bagi Iskandarsyah, melihat dapur warga kurang mampu tetap mengepul, jauh lebih membahagiakan ketimbang tiupan lilin di atas kue tart yang mahal.

Sejak awal menjabat bersama Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole, keduanya selalu menekankan prinsip kesederhanaan dan tanggung jawab amanah kepada seluruh jajaran.(Foto: Istimewa)

Prinsip kesederhanaan ini sebenarnya bukan hal baru. Sejak pertama kali dilantik bersama Wakil Bupati Rocky Marciano Bawole, keduanya kerap mengingatkan jajarannya bahwa mereka hanyalah orang biasa yang diberi amanah besar.

“Dari awal saya sudah berpesan kepada staf, tak perlu papan bunga, tak perlu kue atau hadiah-hadiah. Kami dan Pak Wakil Bupati ini berasal dari orang biasa. Bagi kami, yang paling penting adalah menunjukkan kinerja dan prestasi, apalagi saat ini masih banyak masyarakat yang membutuhkan bantuan,” tegasnya.

Di usianya yang telah melewati setengah abad, Iskandarsyah tidak meminta kado untuk dirinya sendiri. Kado terindah yang ia harapkan justru berupa komitmen dan kerja nyata dari seluruh jajaran pemerintahannya untuk bersama-sama menghapus kemiskinan ekstrem di Kabupaten Karimun.

Ia menantang setiap Kepala Dinas dan pimpinan instansi untuk tidak terjebak dalam rutinitas kerja yang biasa-biasa saja.

“Harus ada inovasi, harus ada kerja keras yang tulus agar kesejahteraan tidak hanya menjadi angka di atas kertas laporan, tetapi benar-benar dirasakan di meja-meja makan masyarakat Karimun,” katanya.

Iskandarsyah menyampaikan rasa terima kasih yang mendalam atas segala perhatian yang mengalir, baik dari Wakil Bupati, anggota dewan, OPD, maupun masyarakat luas.

“Sekalipun ada yang mengirimkan kue dan ucapan, saya sangat menghargainya. Hanya saja, saya mohon doa dan dukungannya saja. Mari kita bersinergi membangun Kabupaten Karimun yang kita cintai bersama,” pungkasnya.

Pada akhirnya, kata Bupati, hari ulang tahun ke-54 ini bukan tentang perayaan diri seorang Kepala Daerah, ini merupakan sebuah refleksi tentang bagaimana sebuah kepemimpinan merunduk ke bawah.

“Membuktikan bahwa kemewahan terbaik seorang pemimpin adalah saat ia mampu memprioritaskan perut rakyatnya yang sedang kesusahan,” tandasnya.

Penulis: Junizar
Editor: Azis

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026