
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Ratusan peserta mengikuti Seminar Akbar Wonderful Family yang digelar Yayasan Al-Ishlah Kabupaten Karimun di Ballroom Hotel Aston Karimun, Minggu (30/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pagi hingga sore tersebut menjadi ruang edukasi bagi para orang tua dan pasangan suami istri, untuk memperkuat peran keluarga dalam membentuk karakter dan masa depan anak.
Seminar tersebut diikuti 300 peserta yang didominasi orang tua dan pasangan suami istri.
Kegiatan tersebut dilaksanakan bekerja sama dengan Persaudaraan Muslimah (Salimah), Lembaga Manajemen Infaq (LMI) Yayasan Perempuan Karimun Sehati, Majelis Taklim Al-Ishlah, Komunitas Peduli Pemuda Muslim Shalih dan Cendekia (KPPM Shadik), serta Komite SMPIT Cendekia, SDIT Cendekia dan TKIT Cendekia Kabupaten Karimun.
Seminar dibuka secara resmi oleh Bupati Karimun Iskandarsyah, melalui tayangan video ucapan bersama istri.
Wakil Bupati Karimun beserta istri juga turut menyampaikan ucapan dan dukungan terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.
Ketua Pelaksana Seminar Akbar Wonderful Family, Maimunah, menjelaskan, kegiatan tersebut merupakan ikhtiar untuk memberikan pemahaman kepada masyarakat, khususnya para orang tua, mengenai pentingnya membangun keluarga yang sehat secara emosional, harmonis dan berlandaskan nilai-nilai Islam.
“Keluarga merupakan sekolah pertama bagi anak. Di sinilah ia belajar kasih sayang, tanggung jawab, akhlak, komunikasi dan nilai-nilai kehidupan,” terang Maimunah.
Membangun keluarga yang wonderful menurutnya, bukan berarti keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang mampu menghadapi masalah dengan komunikasi yang baik, kesabaran dan menjadikan nilai-nilai Islam sebagai landasannya.
“Melalui seminar tersebut para peserta diharapkan memperoleh wawasan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari memperbaiki pola pengasuhan, membangun komunikasi yang sehat antara suami dan istri, hingga menciptakan rumah sebagai lingkungan yang aman dan nyaman bagi tumbuh kembang anak,” ungkap Maimunah.
Sementara itu, Kepala Divisi SDM Yayasan Al-Ishlah, Muhammad Nasrullah, mewakili Ketua Yayasan Al-Ishlah, Suryadi, menilai tema Wonderful Family memiliki makna penting dalam kehidupan keluarga sekaligus dunia pendidikan.
Ia menekankan bahwa keluarga perlu memiliki visi dan tujuan yang jelas agar berbagai persoalan yang dihadapi dapat dijalani dengan lebih bermakna.
“Kalau keluarga tidak punya visi yang jelas, hari-hari kita akan diisi dengan penderitaan. Tetapi ketika itu dijadikan visi, dijadikan tujuan dan niat beribadah, insya Allah segala kesulitan diganti dengan kebahagiaan di akhirat,” ujarnya.
Nasrullah juga menyampaikan bahwa Yayasan Al-Ishlah memandang pendidikan keluarga tidak hanya berkaitan dengan anak didik, tetapi juga hubungan antara suami dan istri.
“Di Yayasan Al-Ishlah, kami punya tiga anak: anak didik, anak kandung dan anak mertua, yaitu suami dan istri. Pagi ini kita mendidik anak, nanti siang kita menjaga pasangan,” sambungnya.
Ia menuturkan, tidak ada kata terlambat untuk terus belajar mengenai pengasuhan dan kehidupan berkeluarga. Karena itu, seluruh guru dan tenaga pendidik Yayasan Al-Ishlah turut difasilitasi untuk mengikuti seminar tersebut.
“Peningkatan kapasitas orang tua, guru dan tenaga pendidik merupakan bagian penting dalam membentuk karakter generasi penerus,” ungkap Nasrullah.
“Sebab, lingkungan keluarga dan pendidikan menjadi dua ruang utama yang sangat memengaruhi perkembangan anak,” tambah Nasrullah.
Sementara itu, Bupati Karimun Iskandarsyah, mengingatkan pentingnya menjaga keluarga sebagai bagian dari tanggung jawab keagamaan.
Ia mengutip firman Allah SWT dalam Al-Qur’an yang menyerukan kepada orang-orang beriman agar menjaga diri dan keluarga dari api neraka.
“Mudah-mudahan seminar ini menjadi bagian dari upaya kita meningkatkan kualitas keilmuan, sehingga kehidupan berkeluarga semakin harmonis. Dari warga, keluarga hingga negara, semuanya menjadi kuat dan semoga diberkahi Allah Subhanahu Wa Ta’ala,” kata Iskandarsyah.
Melalui kegiatan ini, pihaknya berharap agar, para peserta tidak hanya mendapatkan pengetahuan selama seminar, tetapi juga mampu menerapkannya dalam kehidupan keluarga.
“Penguatan komunikasi, pengelolaan emosi, pola asuh yang tepat serta keteladanan orang tua diharapkan dapat menciptakan keluarga yang lebih harmonis dan menjadi fondasi bagi lahirnya generasi Karimun yang berkarakter,” tandasnya.
Seminar tersebut menghadirkan Ustadz Cahyadi Takaryawan, Founder Sekolah Ayah dan Sekolah Ibu Yogyakarta, Pengasuh Bimbingan Pra-Nikah serta Komisaris Utama PT Wonderful Preneur Indonesia.
Ia hadir bersama istrinya, Ustadzah Ida Nurlaila, Konsultan dan Trainer di Jogja Family Center sekaligus Direktur Wonderful Family Institute.
Pada sesi pertama, peserta mendapatkan materi bertajuk “Mengasuh Tanpa Marah, Seni Mengelola Emosi Orang Tua”.
Materi tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam seminar karena kemampuan orang tua mengelola emosi dinilai berpengaruh terhadap pola komunikasi, pengasuhan dan pembentukan karakter anak.
Penulis: Junizar
Editor: Azis






























