
WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Bupati Karimun, Iskandarsyah, melantik jajaran Pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kabupaten Karimun masa bakti 2025–2030, Selasa (22/9/2026).
Pelantikan yang digelar di Gedung Nasional Tanjungbalai Karimun tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat pembinaan terhadap perajin dan pelaku usaha kerajinan di Kabupaten Karimun.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karimun mendorong Dekranasda, agar tidak hanya berperan dalam kegiatan promosi, tetapi juga membantu pengembangan produk, peningkatan kualitas, hingga perluasan akses pasar.
Iskandarsyah menjelaskan, Dekranasda memiliki posisi penting sebagai penghubung antara pemerintah daerah dengan para perajin dan pelaku usaha.
Menurutnya, potensi kerajinan lokal perlu dikembangkan secara berkelanjutan agar memiliki daya saing dan mampu menjangkau pasar yang lebih luas.
“Peran Dekranasda sangat krusial dalam membina dan mempromosikan kerajinan lokal. Pemerintah daerah mendukung penuh, mulai dari permodalan hingga akses perbankan, agar kita dapat memformulasikan produk unggulan Karimun untuk dipasarkan secara luas, baik di dalam maupun di luar daerah,” ujar Iskandarsyah.
Ia menyebut, dukungan terhadap pelaku kerajinan akan mencakup sejumlah aspek, di antaranya pendampingan permodalan, pembukaan akses terhadap sektor perbankan, serta penguatan jaringan pemasaran.
“Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu perajin tidak hanya dalam menghasilkan produk, tetapi juga dalam mengembangkan usaha secara lebih profesional,” jelasnya.
“Dengan akses pembiayaan dan pemasaran yang lebih baik, pelaku usaha dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus memperluas jangkauan konsumen,” tambah Iskandarsyah.
Iskandarsyah juga menyoroti potensi sejumlah produk kerajinan khas Karimun yang dinilai memiliki nilai jual. Salah satunya adalah batik khas Karimun dengan motif yang terinspirasi dari karakteristik kepulauan daerah tersebut.
“Batik Karimun bahkan telah mendapat perhatian pasar di luar daerah, termasuk Jakarta. Potensi tersebut dinilai perlu terus dikembangkan melalui peningkatan kualitas desain, produksi, kemasan, dan strategi pemasaran,” imbuhnya.
Selain batik, ia mendorong pengembangan kain songket serta berbagai produk kerajinan tangan lainnya agar memiliki nilai tambah dan mampu menjadi produk unggulan daerah.
“Untuk mewujudkan hal tersebut, sinergi antara Dekranasda, pemerintah daerah, UMKM, perajin, serta sektor perbankan dinilai menjadi bagian penting. Kolaborasi tersebut diharapkan dapat menciptakan ekosistem usaha yang mendukung keberlanjutan para pelaku kerajinan,” pungkasnya.
Penguatan sektor kerajinan menurutnya, berpotensi memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat, terutama melalui penciptaan lapangan usaha, peningkatan pendapatan perajin, serta pengembangan produk lokal yang menjadi identitas daerah.
“Dengan kepengurusan Dekranasda masa bakti 2025–2030 yang telah dilantik, pemerintah daerah berharap, pembinaan terhadap perajin dapat dilakukan secara lebih terarah, sehingga produk kerajinan Karimun semakin dikenal dan memiliki akses pasar yang lebih luas,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























