Home Ekonomi Perangi Inflasi, Pemprov Riau Siapkan Anggaran Rp1,3 Miliar untuk Pasar Murah

Perangi Inflasi, Pemprov Riau Siapkan Anggaran Rp1,3 Miliar untuk Pasar Murah

Pemprov Riau Siapkan Anggaran Rp1,3 Miliar untuk Pasar Murah
Pemprov Riau siapkan anggaran Rp 1,3 miliar untuk pasar murah (dok kominfo riau)
Banner DPRD Batam 2026

PEKANBARU – Pemerintah Provinsi Riau melalui Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi dan UKM (Disperindagkop UKM) Riau menetapkan anggaran sebesar Rp1,3 miliar untuk menyelenggarakan pasar murah di berbagai lokasi di Riau pada tahun ini.

Kepala Disperindagkop UKM Riau, Taufiq OH, menyatakan bahwa kegiatan pasar murah ini merupakan langkah strategis untuk menanggulangi dan menurunkan tingkat inflasi di daerah tersebut.

Taufiq OH menjelaskan bahwa operasi pasar murah tahun ini merupakan kelanjutan dari kegiatan serupa yang dilaksanakan pada tahun sebelumnya. Namun, hingga saat ini, lokasi pelaksanaan pasar murah belum ditentukan secara pasti.

“Tahun ini kami anggarkan Rp1,3 miliar untuk kegiatan pasar murah di Riau. Kegiatan ini untuk menurunkan inflasi di Riau,” ungkap Taufiq, Senin (29/1/2024).

Lebih lanjut, Taufiq menegaskan bahwa lokasi pasar murah akan disesuaikan dengan daerah yang sedang mengalami inflasi. Hal ini dilakukan sebagai upaya intervensi pemerintah agar harga-harga di daerah tersebut dapat kembali normal.

“Untuk lokasinya akan disesuaikan nantinya, intinya daerah yang sedang terjadi inflasi maka akan dilakukan operasi pasar murah. Tujuannya agar inflasinya bisa segera turun, dan harga dapat kembali normal,” tambahnya.

Dengan anggaran sebesar Rp1,3 miliar, Disperindagkop UKM Riau berambisi untuk melaksanakan pasar murah di 64 lokasi.

Selain menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Riau, kegiatan ini juga akan didukung oleh dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Jadi selain menggunakan APBD kita juga nantinya mendapatkan dukungan dari APBN,” ungkap Taufiq.

Taufiq juga menekankan bahwa jika anggaran untuk kegiatan pasar murah habis, namun masih diperlukan intervensi pemerintah untuk menurunkan inflasi, pihaknya dapat mengajukan anggaran tambahan melalui dana Biaya Tak Terduga (BTT).

“Kalau dana yang bersumber dari APBD sudah terserap seluruhnya, maka kami dapat mengajukan penggunaan anggaran dari BTT,” tutup Taufiq. (kur)

Editor: Denni Risman

WhasApp

Google News WartaKepri