Home Berita Utama BMKG Catat Udara Pekanbaru Tidak Sehat, 150 Hotspot Terdeteksi dan Stok Masker...

BMKG Catat Udara Pekanbaru Tidak Sehat, 150 Hotspot Terdeteksi dan Stok Masker Terbatas

Foto Udara Pekanbaru
Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, masih berada dalam kategori tidak sehat.
Banner DPRD Batam 2026

PEKANBARU – Kualitas udara di Kota Pekanbaru, Riau, masih berada dalam kategori tidak sehat pada Rabu (9/9/2026) pagi. Kondisi ini terjadi saat kebakaran hutan dan lahan (karhutla) masih terjadi di sejumlah wilayah Riau.

Forecaster On Duty BMKG Stasiun Pekanbaru, Ranti Kurniati, mengatakan hasil pemantauan pukul 08.00 WIB menunjukkan konsentrasi partikel halus PM2.5 mencapai 112,8 µg/m³.

“Berdasarkan pemantauan kualitas udara pukul 08.00 WIB, konsentrasi PM2.5 tercatat mencapai 112,8 µg/m³,” kata Ranti.

Selain PM2.5, BMKG juga mencatat sejumlah polutan lain di udara Pekanbaru.

Data Kualitas Udara Pekanbaru

Parameter Konsentrasi
PM2.5 112,8 µg/m³
PM10 130,9 µg/m³
Ozon (O₃) 76,9 µg/m³
Nitrogen Dioksida (NO₂) 46,9 µg/m³
Sulfur Dioksida (SO₂) 37,2 µg/m³

 

PM2.5 merupakan partikel udara berukuran sangat kecil, yakni hingga 2,5 mikrometer, yang menjadi salah satu indikator penting dalam pemantauan kualitas udara.

150 Hotspot Terdeteksi di Riau

Kondisi udara tersebut berlangsung di tengah aktivitas karhutla di sejumlah daerah.

Berdasarkan pemantauan hotspot hingga pukul 23.00 WIB, terdapat 150 titik panas di Riau. Jumlah ini menurun dibandingkan sehari sebelumnya yang mencapai 170 titik.

Indragiri Hulu menjadi daerah dengan hotspot terbanyak, yakni 66 titik.

Kabupaten/Kota Hotspot
Indragiri Hulu 66
Bengkalis 26
Indragiri Hilir 17
Siak 10
Dumai 9
Pelalawan 8
Kuantan Singingi 7
Kampar 3
Rokan Hilir 2
Rokan Hulu 1
Kepulauan Meranti 1
Total Riau 150

 

Secara keseluruhan, terdapat 1.607 hotspot di wilayah Sumatera. Sumatera Selatan menjadi penyumbang terbanyak dengan 1.038 titik, disusul Jambi 135 titik dan Lampung 73 titik.

Hujan Berpeluang Turun

Di tengah kondisi udara yang masih kurang baik, BMKG memprakirakan hujan turun di sejumlah wilayah Riau pada Rabu. Hujan ringan hingga sedang berpotensi terjadi sejak pagi hingga malam dengan wilayah yang berbeda-beda.

Ranti mengingatkan adanya potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang di sejumlah wilayah.

“Waspada hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang diprakirakan terjadi di sebagian wilayah Kabupaten Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Kampar, Siak, Pelalawan, Kepulauan Meranti, dan Kota Dumai,” ujarnya.

Waktu Wilayah Berpotensi Hujan
Pagi Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai
Siang Kampar, Siak, Pelalawan, Bengkalis, Kepulauan Meranti, Indragiri Hilir, Dumai, Pekanbaru
Sore–malam Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir, Bengkalis, Dumai

 

Cuaca Riau secara umum diprakirakan berkisar kabur hingga cerah berawan. Suhu udara berada di kisaran 23–34 derajat Celsius dengan kelembapan 50–100 persen.

Angin bertiup dari tenggara hingga barat dengan kecepatan 10–40 kilometer per jam. Sementara tinggi gelombang di perairan Riau diprakirakan 0,5–1,25 meter atau masih dalam kategori rendah.

Pemprov Riau Distribusikan 102.400 Masker

Pemerintah Provinsi Riau terus melakukan langkah antisipasi terhadap dampak kabut asap karhutla, salah satunya dengan membagikan masker kepada masyarakat dan berbagai instansi.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Zulkifli, mengatakan hingga Selasa (8/9/2026), sebanyak 102.400 masker telah didistribusikan.

“Masker ini kita distribusikan untuk membantu masyarakat menghadapi kondisi asap akibat karhutla yang masih terjadi di beberapa daerah di Riau,” kata Zulkifli.

Masker disalurkan melalui sejumlah pemerintah daerah, antara lain Pelalawan, Indragiri Hulu, Indragiri Hilir, Kampar, Rokan Hulu, Rokan Hilir dan Kota Pekanbaru.

Distribusi juga dilakukan kepada Polri, BPBD dan Damkar Riau, Pramuka, organisasi kepemudaan, sekolah, universitas, kelurahan hingga panti asuhan.

Stok Masker Tersisa 21.300 Pcs

Dari stok awal sebanyak 123.700 masker, sebanyak 102.400 telah disalurkan. Saat ini masih tersedia 21.300 masker sebagai stok cadangan.

Keterangan Jumlah
Stok awal 123.700 pcs
Sudah didistribusikan 102.400 pcs
Buffer stock tersisa 21.300 pcs
Pengajuan tambahan ke pusat 850.000 pcs
Rincian tambahan 800.000 masker bedah + 50.000 N95

 

Zulkifli mengatakan pemerintah tetap menyiapkan stok cadangan dan distribusi dilakukan berdasarkan kebutuhan serta kondisi di lapangan.

Untuk mengantisipasi peningkatan kebutuhan, Diskes Riau kembali mengajukan bantuan masker kepada pemerintah pusat sebanyak 850 ribu pcs, terdiri dari 800 ribu masker bedah dan 50 ribu masker N95.

“Dengan buffer stock 21.300 pcs yang ada saat ini kita kembali mengajukan lagi ke pusat,” tutup Zulkifli. (*)

Editor Dedy Suwadha

WhasApp

Google News WartaKepri