Dedy Suwadha
Home Karimun Skandal Monopoli Parkir di Karimun, Tohap Bongkar Fakta Soal PT MPK Gantikan...

Skandal Monopoli Parkir di Karimun, Tohap Bongkar Fakta Soal PT MPK Gantikan PT MSM

Geger pengambilalihan parkir, Plt Kadishub Karimun, Tohap angkat bicara, bantah keras isu PT MPK menggusur PT MSM di seluruh titik parkir.(Foto: Junizar)
PANBIL MALL   Grand Mercure Batam

WARTAKEPRI.co.id, KARIMUN – Isu panas soal dugaan monopoli pengelolaan parkir di Kabupaten Karimun kini makin liar.

Publik dibuat geger dengan kabar yang menyebutkan PT Malik Parking Kepri (MPK) telah resmi menggusur dan menguasai seluruh titik parkir yang selama ini dikelola oleh PT MSM Tiga Matra Satria.

Menanggapi rumor yang berpotensi memicu kericuhan di tengah masyarakat tersebut, Plt Kepala Dinas Perhubungan (Kadishub) Karimun, Tohap, akhirnya buka suara pada Kamis, 27 November 2025.

“Isu itu tidaklah benar, harus diluruskan segera. PT MPK hanya mengelola lahan parkir di Pelabuhan Domestik saja, sementara titik parkir lainnya di seluruh wilayah kota tetap dikelola oleh PT MSM,” tegas Tohap.

Tohap sendiri pun berharap agar isu liar ini tidak terus berkembang di masyarakat, demi menjaga kelancaran operasional dan pendapatan daerah dari sektor parkir.

“Semoga saja isu liar ini tidak terus berkembang di masyarakat, demi menjaga kelancaran operasional dan pendapatan daerah dari sektor parkir,” pintanya.

Kontroversi ini mencuat tak lepas dari bergabungnya PT MPK sebagai pengelola baru di Pelabuhan Domestik Karimun.

Kehadiran perusahaan baru ini langsung memicu polemik besar, khususnya dari pihak Perkumpulan Taksi Pelabuhan Taman Bunga.

“Para sopir taksi menolak mentah-mentah kebijakan PT MPK yang memberlakukan tarif parkir bulanan sebesar Rp 360 ribu,” ujar Ketua Karimun Guide Association, sopir taksi pelabuhan, Feri.

“Angka ini dinilai sangat mencekik leher dan kami sangat keberatan lantaran adanya biaya operasional lainnya,” tambah Feri.

Seyogianya kata Feri idealnya untuk tarif parkir Rp 100 ribu sebulan, para sopir taksi masih sanggup untuk membayar .

“Kalau tarif parkirnya Rp 100 ribu per bulan kami masih sanggup, masa bayar pajak sama parkir lebih mahal bayar parkir,” ujarnya heran.

Kegeraman sopir taksi ini bahkan sudah disampaikan langsung ke telinga Bupati Karimun, Iskandarsyah.

Menanggapi gejolak yang melibatkan dua perusahaan raksasa parkir dan ratusan sopir taksi, Bupati Karimun Iskandarsyah berjanji akan segera menyelesaikan masalah tersebut.

“Intinya ya kita saling menjaga saja dan persoalan ini akan saya bahas kembali dengan Dinas Perhubungan Karimun serta pihak pengelola parkir,” terang Bupati.(Junizar)

WhasApp

Google News WartaKepri Banner DPRD Batam 2026