
KARIMUN, WARTAKEPRI.co.id – Kegiatan angkutan laut selama Lebaran 2026 di Kabupaten Karimun mencatat pergerakan penumpang yang cukup tinggi.
Berdasarkan hasil rapat evaluasi yang digelar Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas I Tanjungbalai Karimun, total penumpang naik dan turun mencapai 306.343 orang.
Kepala KSOP Kelas I Tanjung Balai Karimun, Capt Supendi, menyebut, jumlah tersebut dihimpun selama masa operasional Posko Angkutan Lebaran yang berlangsung sejak 13 Maret hingga 30 Maret 2026.
“Puncak arus mudik terjadi pada H-3 Lebaran dengan 17.390 penumpang, sementara puncak arus balik tercatat pada H+3 dengan 25.306 penumpang,” terang Supendi, Sabtu, 11 April 2026.
“Lonjakan penumpang turut diantisipasi dengan penambahan 255 perjalanan kapal (ekstra trip) di luar jadwal reguler,” tambah Supendi.
Namun, kata Supendi, pelaksanaan ekstra trip ini masih menghadapi kendala teknis, terutama terkait jumlah minimal penumpang.
“Ekstra trip harus mempertimbangkan jumlah penumpang minimal, yaitu sekitar 50 orang untuk menutup biaya operasional. Hal ini kadang menyebabkan penumpang harus menunggu lebih lama di ruang tunggu,” pungkasnya.
Selain itu, hasil evaluasi juga menyoroti pentingnya peningkatan fasilitas pelabuhan guna menunjang kenyamanan penumpang.
“KSOP berencana berkoordinasi dengan berbagai pihak seperti Pelindo, Dinas Perhubungan dan Badan Usaha Pelabuhan (BUP) untuk melakukan pembenahan,” katanya.
Beberapa kebutuhan yang menjadi perhatian, kata Supendi, diantaranya pemasangan kanopi di Pelabuhan Sri Tanjung Gelam agar penumpang terlindungi dari panas serta penambahan pendingin ruangan (AC) di ruang tunggu Pelabuhan Domestik Karimun, yang dinilai masih kurang nyaman saat terjadi lonjakan penumpang.
“Tidak hanya di Pulau Karimun, peningkatan fasilitas juga diharapkan merata hingga ke pelabuhan-pelabuhan di wilayah lainnya,” ungkapnya.
Meski demikian, secara umum pelaksanaan angkutan Lebaran tahun ini dinilai berjalan dengan aman dan lancar.
“KSOP menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari instansi pemerintah, BUMN hingga sektor swasta,” sebut Supendi.
Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar perbaikan ke depan, sehingga pelayanan transportasi laut di Karimun semakin optimal.
“Terutama saat menghadapi periode padat seperti musim mudik Lebaran,” tandasnya.
Penulis: Junizar
Editor: Azis





























